Minta Perhatian Pemkab Lebak, UKM Formasi UIN Banten Soroti Kondisi Jalan dan Jembatan Bantarkidang yang Rusak

 

LEBAK–Kondisi jembatan dan jalan di Kampung Bantarkidang, Desa Gunung Gede, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, dalam kondisi rusak.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Federasi Olahraga Mahasiswa (FORMASI) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, ikut menyoroti kondisi tersebut dan meminta perhatian Pemkab Lebak.

Salah satu warga, Syafitri mengungkapkan, hampir puluhan tahun kondisi jembatan dan jalan mengalami kerusakan yang parah. Bahkan, kondisi infrastruktur yang rusak telah memakan korban.

Ketua RT Bantarkidang, Roni juga mengatakan hal serupa. Warga sekitar, kata Roni, sempat melakukan iuran untuk melakukan perbaikan seadanya.

“Setiap tahun masyarakat secara swadaya melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan dan jembatan agar tetap bisa digunakan. Namun, upaya ini sepenuhnya bergantung pada iuran masyarakat, kas kampung, serta hasil jualan barang dagangan di kota,” katanya, Jumat (21/2/2025).

Roni mengaku, hingga saat ini, baik pihak desa maupun Pemkab Lebak tak memberikan dana guna perbaikan keduanya.

“Hingga saat ini, tidak ada dana yang diberikan oleh kepala desa setempat ataupun dari pemerintah kabupaten Lebak untuk mendukung perbaikan infrastruktur tersebut” ujarnya.

Padahal, kata Roni, jalan tersebut merupakan akses utama menuju kantor kecamatan. Sehingga, tidak ada pilihan lain bagi warga untuk menggunakan jalan tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, warga sudah menyampaikan keluhan ini dalam rapat desa. Namun hingga kini belum ada solusi konkret.

Permasalahan ini juga berdampak pada akses pendidikan, dimana anak-anak hanya bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang SD di kampung.

“Untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP atau SMA, mereka harus menempuh perjalanan sekitar puluhan kilometer. Saat musim hujan, banjir menimbulkan perjalanan menjadi lebih berbahaya,” kata Roni.

“Bahkan ada anak-anak yang sampai rumah saat malam hari atau terpaksa tidak berangkat sekolah karena sulit menyebrangi jembatan,” sambungnya.

Warga lainnya, Unes mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Dirinya mengeluhkan, kondisi jalan yang rusak menghambat aktivitasnya.

Kondisi jalan membuatnya lebih lama menempuh tempat tujuan, bahkan, kendaraannya pun menjadi rusak.

“Seringkali ditemui kendaran roda 4 mengalami patah as roda karena melindas lubang. Begitu pula kendaraan roda 2, banyak yang mengalami keluhan kerusakan roda karena melintas jalan berlubang,” keluhnya.

Sebagai informasi, Kampung Bantarkidang dihuni oleh 120 kartu keluarga (KK), sedangkan 40 kartu keluarga (KK) lainnya berada di kota.

Kampung ini berada dalam kondisi geografis yang rawan longsor. Roni mengatakan, bantuan dari pemerintah desa sangat minim, meskipun bantuan dari kecamatan seperti sembako masih rutin di berikan.

Terakhir, UKM FORMASI UIN SMH Banten meminta kepada pihak Pemerintah Desa Gunung Gede, Pemkab Lebak, dan Pemprov Banten agar segera datang dan meninjau langsung kondisinya. (*/Ajo)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien