Pedagang Bunga Raup Banyak Keuntungan di Hari Wisuda

Gerindra Nizar

LEBAK – Tradisi memberikan hadiah di saat acara wisuda, terutama bunga,  dimanfaatkan oleh sebagian orang sebagai salah satu peluang usaha.

Contohnya adalah Ade warga Jakarta, pria yang sehari-harinya berjualan boneka ini mulai menjadi penjual bunga di acara wisuda sejak satu tahun terakhir.

“Saya baru setahun ini lah jual bunga, kita datang rombongan dengan penjual bunga lainnya asal Jakarta juga,” katanya, Rabu (27/2/2019).

Fraksi serang

Bunga-bunga yang dijualnya, kata dia, didatangkan langsung dari Bandung. Harga bunga yang dijualnya pun beragam, untuk bunga mawar asli, pertangkai dihargai Rp10 ribu-Rp15 ribu. Rangkaian bunga mawar asli ukuran sedang (5-6 tangkai mawar) dijual Rp25 ribu-Rp30 ribu, dan ukuran besar (7-9 tangkai mawar) dijual Rp50 ribu-Rp60 ribu.

Tidak hanya bunga, Ade juga menyediakan boneka wisuda dan boneka biasa dalam kemasan parsel dan kotak.

“Untuk boneka wisuda kecil dijual Rp40 ribu dan besar Rp50 ribu,” sambungnya.

Dalam sekali wisuda, Ade mengaku mendapat keuntungan sebesar Rp400 ribu-Rp500 ribu.

“Untungnya ya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu pak. Kalau saya jualan gak cari untung gede, tipis aja yang penting barang abis,” jelasnya.

Fraksi

Penjual bunga yang lain, Dewi mengaku bunga yang paling banyak dicari adalah bunga asli dan rangkaian bunga dari bahan flanel.

“Rata sih, semua pada dicari. Cuma kalau yang paling banyak ya bunga asli sama flanel ini. Lebih bagus asli, kalau asli kan ada kayak kesan tertentu, beda aja sama yang palsu-palsu gini, kalau flanel karena rangkaiannya yang bagus,” ujarnya.

Menurut Dewi, warna bunga yang paling laris dibeli konsumen adalah warna-warna seperti merah, putih, dan merah muda.

“Paling banyak kejual tuh warna merah, karena warna merah itu tanda sayang kali, gak tahu juga sih cuma yang paling banyak dicari yang ada mawar merahnya,” paparnya.

Dewi menambahkan, jika bunga-bunga yang dijualnya tidak habis terjual maka itu menjadi resiko yang harus ditanggung sendiri.

“Kalau gak abis ya resiko, namanya kita udah beli. Kalau yang asli kan paling taruh rumah, dua hari juga layu. Kalau yang palsu masih kita rawat, buat dijual lagi nanti pas ada wisudaan,” katanya.

Sementara itu, Fitri salah satu konsumen bunga mengatakan, setiap acara wisuda memberikan bunga sudah menjadi tradisi sejak lama.

“Kayanya sih sudah tradisi memberikan bunga waktu acara wisuda, intinya sih agar lebih berkesan,” ucapnya kepada faktabanten.co.id. (*/sandi)

Gerindra kuswandi