Wisata Anyer

Pengangguran di Lebak Tembus Puluhan Ribu Orang, Lulusan SMA Dominasi Data BPS 2025

LEBAK – Persoalan pengangguran di Kabupaten Lebak masih menjadi tantangan serius di tengah kebutuhan lapangan kerja yang terus meningkat.

Data terbaru menunjukkan jumlah warga yang belum mendapatkan pekerjaan mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak, jumlah pengangguran pada tahun 2025 mencapai 51.478 orang.

Angka tersebut naik sekitar 5,05 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 49.003 orang.

Dari keseluruhan data itu, lulusan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi kelompok penyumbang angka pengangguran paling besar di Kabupaten Lebak.

Jumlah pengangguran dari lulusan SMA tercatat mencapai 26.188 orang. Sementara lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di posisi berikutnya dengan 14.453 orang.

Adapun lulusan Sekolah Dasar (SD) yang belum terserap dunia kerja tercatat sebanyak 10.837 orang.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tantangan ketenagakerjaan di Lebak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga keterampilan dan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan pertumbuhan angka pengangguran tersebut.

Salah satunya melalui program pelatihan kerja berbasis keterampilan yang digelar di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK).

Program pelatihan tersebut dibuka untuk beberapa bidang yang dinilai memiliki peluang kerja dan usaha mandiri, seperti komputer, menjahit, otomotif, hingga digital printing.

Masing-masing bidang pelatihan diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak, Rully Chaeruliyanto, mengatakan pelatihan kerja rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan keterampilan tenaga kerja lokal.

“Program pelatihan kerja memang rutin kami laksanakan setiap tahun. Untuk tahun ini ada beberapa bidang yang dibuka seperti komputer, menjahit, otomotif, dan digital printing,” ujar Rully, Minggu (10/5/2026).

Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh kemampuan kerja yang lebih siap bersaing, baik untuk masuk ke dunia industri maupun membangun usaha secara mandiri.

Di tengah meningkatnya jumlah pencari kerja, pengembangan keterampilan dinilai menjadi salah satu langkah penting agar tenaga kerja lokal mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.

Selain pelatihan, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan sektor industri juga dinilai penting untuk membuka peluang kerja baru sekaligus mengurangi angka pengangguran secara bertahap di Kabupaten Lebak. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien