Ponpes Al-Insan Cilegon Ini Dapat Bantuan BLK dari Kementerian Tenaga Kerja

CILEGON – Dengan semakin meningkatnya jumlah penerima program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas untuk pesantren dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), sepertinya menjadi kabar gembira bagi para santri.

Program yang semula di dua tahun sebelumnya masing-masing hanya 50 dan 75 pesantren saja, di Tahun 2019 ini Kemenaker memberikan bantuan BLK Komunitas untuk 1000 pesantren.

Diantara 1000 pesantren ada satu pondok pesantren di Kota Cilegon yakni Al-Insan yang dipercaya dan memiliki kelayakan menerima bantuan yang mencakup pembangunan gedung workshop, peralatan lengkap kejuruan, bantuan operasional kelembagaan, dan subsidi program pelatihan.

“Alhamdulillah pesantren kita dipercaya mendapatkan bantuan BLK Komunitas ini, kita ajukan langsung permintaan ini ke Kemenaker dan Ponpes Al-Insan diberi kepercayaan untuk program ini, pembangunannya sudah berjalan dua minggu,” kata Pengasuh Ponpes Al-Insan, Ustadz Abdul Ghofur kepafa faktabanten.co.id Senin (19/8/2019).

“Syaratnya status tanah hibah atau wakaf,” imbuh Ustadz Ghofur yang juga sarjana S1 lulusan Teknik Metalurgi di Universitas Tirtayasa ini.

Kartini dprd serang

Dari berbagai kejuruan di program BLK Komunitas, seperti teknik otomotif, pengolahan hasil pertanian, kejuruan bahasa, menjahit, industri kreatif dan sebagainya.

Ustadz Ghofur memilih kejuruan teknik las karena selain pesantrennya sudah memiliki workshop las dan perlu dikembangkan, juruan teknik las dinilainya lebih tepat manfaatnya bagi kalangan santri dan masyarakat sekitarnya yang mayoritas menengah ke bawah.

“Karena kejuruan las yang kita ambil, spek gedung workshop dibangun di atas tanah seluas 19×14 meter. Instrukturnya harus dari pesantren, dan saat ini sedang mengikuti pelatihan las selama tiga bulan dari Kemenakare di Surabaya.
Tentu setelah ini berjalan bisa meningkatkan SDM para santri dan masyarakat sekitar pesantren, dengan memiliki akses pelatihan kerja teknik las yang sesuai dengan kebutuhan industri yang banyak di Cilegon,” jelasnya.

Ustadz Ghofur juga berharap dengan program BLK Komunitas di pesantrennya ini, ke menjadi amanah yang ke depan bisa dirasakan dampak positifnya oleh santri dan masyarakat sekitar, untuk lebih mudah mendapat pekerjaan di industri bahkan hingga bisa mandiri mendirikan usaha sendiri.

Untuk itu, pihaknya akan mengajak pihak-pihak terkait bisa bersinergi dalam mengembangkan program BLK Komunitas kejuruan teknik las di pesantrennya.

“Insyaallah bulan Desember nanti selesai, saat launching nanti rencananya kita ingin mengundang Walikota Cilegon, Ketua Kadin, kalangan industri, CCSR, dan kelurahan-kelurahan sekitar untuk bisa saling sinergi dalam meningkatkan daya saing dan tentunya mengurangi angka pengangguran di Cilegon,” tandasnya. (*/Ilung)

Polda