Tol Rangkasbitung-Cileles Masuk Tahap Uji Laik Fungsi, WIKA Targetkan Segera Beroperasi

LEBAK – Pengembangan Jalan Tol Serang-Panimbang terus memasuki tahapan penting. Ruas Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles kini tengah menjalani proses Uji Laik Fungsi (ULF) sebagai salah satu tahapan sebelum dapat digunakan oleh masyarakat.
Manajer Wika Serang-Panimbang (WSP), Muhammad Agi Al Hasani, mengatakan proses tersebut menjadi bagian dari persiapan pengoperasian ruas tol yang akan memperkuat konektivitas wilayah Kabupaten Lebak.
“Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles saat ini sedang menjalani proses Uji Laik Fungsi. Kami menargetkan ruas ini dapat segera beroperasi setelah seluruh tahapan selesai sesuai aturan,” kata Agi kepada Fakta Banten, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kehadiran ruas Rangkasbitung-Cileles memiliki arti penting karena akan memperluas manfaat jalan tol hingga wilayah Banten Selatan.
Tol Serang-Panimbang sendiri memiliki panjang sekitar 83,67 kilometer dan dibangun untuk membuka akses transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Agi menjelaskan, penyelesaian Seksi 2 dan Seksi 3 menjadi bagian penting agar manfaat jalan tol dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Semakin lengkap jaringan tol ini, maka semakin besar peluang peningkatan konektivitas, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan ruas tol, WSP juga terus menyiapkan fasilitas pendukung pelayanan pengguna jalan. Saat ini telah tersedia tiga gerbang tol yang beroperasi, yakni GT Cikeusal, GT Tunjung Teja, dan GT Rangkasbitung.
Sementara itu, dua gerbang tambahan yaitu GT Cikulur dan GT Cileles masih dalam tahap finalisasi.
Dari sisi fasilitas layanan, pengguna jalan juga telah didukung dengan Rest Area KM 70A yang sudah beroperasi. Dua rest area lainnya masih dalam proses pembangunan.
WSP juga menyediakan layanan bantuan selama 24 jam yang mencakup call center, patroli jalan tol, layanan rescue, derek, hingga ambulans.
Terkait pengembangan kawasan sekitar jalan tol, Agi menyebut hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui kebijakan tata ruang. Namun, keberadaan infrastruktur tol diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Lebak.
“Harapannya, jalan tol ini tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga membuka peluang investasi dan mempercepat perkembangan wilayah,” tuturnya. (*/Sahrul).


