Wisata Anyer

Dedikasi Tanpa Batas Hj. Eti Suhaeti: Menjadi Ibu, Guru, dan Pelita Kebidanan di Lebak

LEBAK– Kepergian Hj. Eti Suhaeti meninggalkan catatan panjang dalam perjalanan dunia kesehatan dan kebidanan di Kabupaten Lebak.

Selama puluhan tahun, perempuan kelahiran Lebak, 15 Juni 1963, itu tidak hanya menjalankan tugas sebagai bidan dan pendidik, tetapi juga hadir sebagai sosok yang membimbing dan mengayomi banyak orang di sekitarnya.

Hj. Eti dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan lingkungan pendidikan kebidanan dan organisasi profesi.

Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lebak selama dua periode, yakni 2003-2008 dan 2008-2013.

Di lingkungan Akbid La Tansa Mashiro yang kini menjadi bagian dari Universitas La Tansa Mashiro (UNILAM), Hj. Eti juga dikenang sebagai dosen senior yang dekat dengan mahasiswa maupun para juniornya.

Bagi Anis Ervina, S.S.T., M.Kes., sosok Hj. Eti memiliki aura keibuan yang kuat. Ia bahkan menyebutnya sebagai “Bunda-Dari”, sosok yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga mengayomi dan memberi arah.

“Beliau bukan hanya seorang dosen senior. Beliau adalah sosok yang kehadirannya seperti seorang ibu bagi lingkungan di sekitarnya,” kenang Anis kepada Fakta Banten.

Dalam pembelajaran kebidanan, Hj. Eti dikenal sabar ketika membimbing mahasiswa maupun junior yang belum menguasai keterampilan tertentu, termasuk dalam tindakan pemasangan dan pencabutan IUD serta implan.

“Beliau membimbing dengan cara yang sangat lembut. Tidak menggurui, tetapi lebih banyak memberikan contoh dan berbagi pengalaman,” kenang Bidan Yeni.

Ilmu yang diberikan Hj. Eti tidak sebatas keterampilan klinis. Disiplin, etika, tanggung jawab, empati dan martabat profesi juga menjadi nilai yang terus ia tanamkan kepada generasi yang dibimbingnya.

Salah satu kenangan yang masih melekat bagi Anis terjadi ketika dirinya menghadapi persoalan dalam sebuah forum tenaga kesehatan lintas profesi.

Dalam kondisi panik, Anis kemudian menghubungi Hj. Eti untuk meminta bantuan. Jawaban yang diterimanya singkat.

“Tunggu ya, Neng. Ibu ke sana,”

Tidak lama kemudian, Hj. Eti datang menggunakan ojek.

Bagi Anis, kedatangan tersebut bukan sekadar bentuk bantuan seorang senior kepada juniornya. Kehadiran Hj. Eti dirasakan seperti seorang ibu yang datang ketika anaknya membutuhkan pertolongan.

Ia kemudian berusaha menenangkan suasana dan menjembatani pihak-pihak yang terlibat.

Peristiwa sederhana itu menjadi salah satu kenangan yang menggambarkan bagaimana Hj. Eti menempatkan kepedulian kepada orang lain sebagai bagian dari pengabdiannya.

Pengabdian Hj. Eti di bidang kesehatan dimulai dari pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan pada 1983.

Perjalanannya kemudian berlanjut melalui Pendidikan Bidan, D4 Kebidanan, S1 Kesehatan Masyarakat, Magister Ilmu Administrasi hingga Pendidikan Profesi Bidan pada 2023.

Ia mengawali tugas sebagai pelaksana perawat di Puskesmas Warunggunung dan kemudian bertugas sebagai bidan di Puskesmas Kalanganyar.

Kariernya berlanjut di Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak pada 1994-2005. Setelah itu, ia bertugas di RSUD dr. Adjidarmo pada 2005-2020.

Di rumah sakit tersebut, Hj. Eti pernah dipercaya menduduki posisi Kepala Bidang Keperawatan dan Kepala Bidang Program.

Ia juga pernah menjalankan tugas di sejumlah bidang pada Dinas Kesehatan serta DP3AP2KB Kabupaten Lebak.

Di tengah perjalanan kariernya di pemerintahan dan pelayanan kesehatan, Hj. Eti tetap menjalankan peran sebagai pendidik.

Ia pernah mengajar di Akbid La Tansa Mashiro dan menjadi salah satu sosok senior yang dikenang oleh lingkungan pendidikan kebidanan.

Pengabdiannya juga terlihat melalui organisasi profesi. Selama dua periode memimpin IBI Kabupaten Lebak, ia dikenal oleh para penerusnya sebagai sosok yang menekankan pentingnya pengabdian.

Ketua IBI Lebak saat ini, Lela, mengenang Hj. Eti sebagai sosok yang selalu mengajarkan arti pengabdian.

“Beliau selalu mengajarkan soal mengabdi dengan sepenuh hati, tanpa mengenal lelah,” ujar Lela sambil menahan tangis.

“Hidupnya beliau niatkan ibadah dan mengabdi untuk kesehatan di Kabupaten Lebak,” lanjutnya.

Di balik perjalanan panjang sebagai tenaga kesehatan, pendidik dan pengurus organisasi profesi, Hj. Eti memiliki kehidupan keluarga yang sederhana.

Ia merupakan istri Drs. H. Ika Santika, M.Si., dan ibu dari tiga anak, Anza Farizi, S.Ikom., M.M., Andina Dwi Gunari dan Rizkia Haztika.

Bagi Anza, perjalanan karier dan berbagai jabatan yang pernah dijalani ibunya bukanlah hal utama yang ia kenang.

Yang paling melekat justru sosok seorang ibu yang penuh kasih sayang.

“Ibu adalah sosok yang sangat penyayang selama masa pertumbuhan kami hingga besar. Saya belum pernah melihat ibu marah,” ujar Anza.

Menurutnya, sang ibu selalu mengajarkan pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan orang lain.

Nilai-nilai agama juga menjadi bagian penting dalam pendidikan keluarga yang diberikan Hj. Eti, termasuk mengajarkan salat tepat waktu dan salat malam.

“Saya belum pernah mendengar ibu punya musuh selama masa hidupnya,” kata Anza.

Kini, orang-orang yang selama bertahun-tahun mengenal Hj. Eti tidak lagi dapat melihat sosoknya secara langsung.

Namun, perjalanan pengabdiannya meninggalkan cerita yang terus disampaikan oleh mereka yang pernah menjadi murid, rekan kerja, junior maupun keluarga.

Anza mengatakan, hingga akhir hayatnya, sang ibu tetap dikenang melalui senyum dan sikapnya yang tidak banyak mengeluh ketika menghadapi sakit.

“Ibu adalah guru bagi muridnya dan ibu adalah hal istimewa bagi anaknya,” ujarnya.

Kalimat tersebut menggambarkan dua sisi kehidupan Hj. Eti Suhaeti.

Di ruang pendidikan, ia menjadi guru. Di pelayanan kesehatan, ia menjadi bidan. Dalam organisasi profesi, ia menjadi senior dan pemimpin. Sementara di tengah keluarga, ia tetap menjadi seorang ibu.

Perjalanan hidupnya telah berakhir, tetapi ilmu, nasihat dan nilai pengabdian yang pernah diberikan masih menjadi bagian dari orang-orang yang pernah bersentuhan dengannya.

Jejak itu kini menjadi bagian dari perjalanan dunia kebidanan dan kesehatan di Kabupaten Lebak. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien