Usai Ketegangan Halal Bihalal, Wabup Lebak Pilih Fokus Kerja dan Bungkam Soal Rekonsiliasi

LEBAK – Di tengah sorotan publik pasca dinamika birokrasi yang mencuat dalam agenda halal bihalal Pemkab Lebak, pada Senin (30/3/2026), Wakil Bupati Amir Hamzah justru tetap menjalankan aktivitas pemerintahan seperti biasa.
Ia memilih fokus pada agenda kerja, sembari menahan komentar terkait upaya rekonsiliasi yang tengah didorong DPRD.
Ketika dimintai tanggapan mengenai langkah selanjutnya dan soal DPRD Lebak yang berencana mempertemukan dirinya dengan Bupati untuk meredakan ketegangan, Amir Hamzah memberikan jawaban singkat.
“Saya no comment dulu,” ujarnya singkat kepada Fakta Banten, Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, aktivitas pemerintahan tetap berjalan. Pada Selasa (31/3/2026), Wakil Bupati menerima audiensi Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lebak bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Jakarta di Ruang Rapat Terbatas Setda Lebak.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek penting terkait pelaksanaan program peningkatan gizi masyarakat.
Diskusi meliputi mekanisme distribusi bantuan, sistem pengawasan, hingga berbagai tantangan teknis di lapangan yang perlu segera diatasi agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Amir Hamzah menegaskan bahwa Program MBG merupakan inisiatif strategis yang membutuhkan dukungan lintas sektor.
Ia juga memaparkan capaian program yang telah berjalan, sekaligus mengakui masih adanya sejumlah kendala yang dihadapi.

Beberapa tantangan yang disoroti antara lain keterbatasan infrastruktur pendukung, kesiapan sumber daya manusia, kualitas gizi menu yang perlu ditingkatkan, serta penguatan tata kelola organisasi program.
Sementara itu, Ida Wahyuni menjelaskan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari proses validasi data penerima manfaat serta sosialisasi kebijakan Program MBG di daerah.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mendorong implementasi program tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak terkait menjadi kunci keberhasilan program, terutama dalam memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dalam berita sebelumnya, suasana hangat yang semula mewarnai acara halalbihalal di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak pada Senin (30/3/2026) mendadak berubah menjadi sorotan.
Momen yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan itu justru diwarnai ketegangan antara pimpinan daerah.
Peristiwa bermula saat Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menyampaikan sambutan di hadapan ratusan tamu undangan, termasuk pejabat daerah dan aparatur sipil negara.
Dalam pidatonya, Hasbi melontarkan pernyataan yang kemudian memicu reaksi dari Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah.
“Uyuhan mantan napi jadi wakil bupati geh bersyukur (Masih mending mantan narapidana nasi wakil bupati juga bersyukur”), ujar Hasbi dalam sambutannya.
Ucapan tersebut sontak mengubah suasana ruangan. Sejumlah tamu terlihat terkejut, sementara Amir Hamzah tampak tersulut emosi hingga berdiri dari tempat duduknya. Ketegangan sempat terjadi sebelum akhirnya beberapa pihak mencoba meredam situasi.
Tak lama berselang, Amir memilih meninggalkan lokasi acara di tengah suasana yang belum sepenuhnya kondusif. Kepergiannya menjadi perhatian para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. (*/Sahrul).


