Warga Lebak Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Disperindag Ungkap Solusi dan Penyebabnya
LEBAK – Awal Februari 2025, warga Kabupaten Lebak dihadapkan pada kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.
Sejumlah warung yang biasa menjual gas subsidi ini mulai kehabisan stok, memaksa warga mencari ke berbagai tempat dengan hasil yang nihil.
Di beberapa kecamatan, warga mengeluhkan bahwa gas yang biasanya tersedia dengan mudah kini menjadi barang langka.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Perdagangan Disperindag Lebak, Yani menjelaskan, apabila dilapangan, banyak warga yang belum mengetahui lokasi pangkalan terdekat.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah sedang mengembangkan sistem pencarian pangkalan berbasis website yang akan memuat informasi lokasi-lokasi pangkalan resmi di Kabupaten Lebak.
“Saat ini sedang dilakukan pengembangan sistem informasi digital yang memungkinkan masyarakat mencari pangkalan terdekat secara online,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram disarankan untuk langsung menghubungi nomor 135.
Layanan ini akan memberikan informasi terkait ketersediaan gas, lokasi pangkalan terdekat, serta membantu dalam penyelesaian kendala distribusi.
Bukan sekedar itu, dilanjutkan Yani, pihaknya sedang mendorong agar tersedianya pangkalan disetiap wilayah.
“Kami sedang mendorong agar ada pangkalan baru, kemudian terkait aturan pasti akan kami sosialisasikan,” terangnya.
Ditanya soal penyebab kelangkaan, ia menjawab, bahwa ketersediaan stok masih aman.
“Saat ini dibatasi untuk distribusinya dari Pertamina, yaitu harus sampai titik akhir ke pangkalan, tidak lagi dijual di pengecer,” ungkapnya.
“Jadi sepertinya ada kebijakan ini sedikit di masyarakat terlihat langka, karena memang biasanya masyarakat biasa beli di warung pengecer sekarang harus ke pangkalan,” pungkasnya. (*/Sahrul).

