Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Gelar Kongres ke-5 di Sumatera Utara

DELI SERDANG – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melaksanakan Kongres yang ke-5 yang dilaksanakan di Kampong Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (15/3/2017).

Kongres ini sangat penting karena akan menentukan sikap AMAN terhadap negara dalam memperjuangkan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Kongres sendiri dihadiri sekitar 5.000 orang peserta, panitia dan penijau. Peserta terdiri dari dua utusan orang masing-masing komunitas adat anggota dari AMAN (2.279 komunitas adat), dan seluruh pengurus besar AMAN.

Salah satu rangkaian dalam pembukaan Kongres digelar Simposium yang bertema “Tata Negara dan Reorganisasi Kelembagaan Negara” dengan pembicara Lutfhi Andi Mutty Anggota Badan Legislasi DPR RI.

Dalam penjelasannya, Andi Mutty mengatakan, bahwa pemerintah harus menghormati hak masyarakat adat.

“Pemerintah tidak lagi dengan seenaknya masuk ke wilayah adat ketika sudah disahkan, selain itu kehadiran undang-undang masyarakat adat juga tidak akan menghilangkan kekuasaan pemerintah. Masyarakat juga tidak boleh terpinggirkan dan di anak tirikan oleh negara karena pengakuan masyarakat adat penting untuk wawasan kebangsaan,” ujar Andi.

Sankyu ks

Andi lanjut menyatakan, dukungan terhadap perlindungan masyarakat adat tentang pengakuan keberadaanya oleh pemerintah dengan melalui dialog merupakan hal yang penting.

“Apalagi terkait dengan program reforma agraria dan perhutanan sosial yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo,” ujar Lutfhi.

Sementara Abdon Nababan selaku Sekretaris Jenderal AMAN mengatakan, bahwa konstitusi Negara Indonesia merupakan yang terbaik.

“Sejak republik ini berdiri sudah diakui hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Akan tetapi hal itu tidak dipenuhi. Sehingga pada dasarnya perjuangan masyarakat adat Indonesia adalah perjuangan kembali ke konstitusi,” tegas Abdon.

Lanjut Abdon, sejak awal berdiri AMAN mengambil bentuk perjuangan dan hubungan dengan pemerintah melalui konfrontatif. Namun dalam 10 tahun terakhir (2007 – 2017), AMAN mengambil bentuk perjuangan melalui dialog dengan pemerintah.

“Dalam kongres kali ini, AMAN akan kembali menentukan sikapnya apakah masih melalui dialog atau bentuk lainya,” tegas Abdon.

Selain itu, rencananya acara Kongres AMAN ini juga akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dengan tema Pawai Budaya. (*)