Wisata Anyer

Arus Pendorongan Jemaah di Bir Ali Makin Padat, Petugas Upayakan Akses Tercepat dari Bus Menuju Masjid

 

MADINAH – Dua pekan jelang puncak haji 2026,jemaah Indonesia terus dimaksimalkan untuk diberangkatkan dari Madinah ke Makkah.

Momen saat ini, arus pendorongan jemaah haji Indonesia semakin padat, terutama terlihat saat di miqat Bir Ali.

Dalam dua hari ke depan, sebanyak 23 kloter dijadwalkan bergerak menuju Makkah setiap harinya.

Kepala Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, mengatakan lonjakan pergerakan jemaah membuat koordinasi antarpetugas terus diperkuat.

“Yang pasti, tantangannya setiap harinya adalah terkait dengan pintu yang dibuka dan ditutup,” ujar Divia saat ditemui di Bir Ali, Senin (11/5/2026).

Menurut Divia, peran petugas yang jaga di Seksus Bir Ali untuk memastikan mobilitas jemaah tetap lancar dan tidak terlalu menguras tenaga.

Petugas akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat agar jemaah Indonesia mendapat akses tercepat menuju area masjid tanpa harus berjalan terlalu jauh dari lokasi parkir bus.

“Sehingga kita membuat solusi agar setiap waktu dan setiap harinya itu, jemaah Indonesia tidak terlalu banyak berjalan atau lebih singkat waktu tempuhnya, dari bis ke masjid itu sendiri,” katanya.

Untuk koordinasi, delapan check point di kawasan Bir Ali terhubung melalui sistem komunikasi handy talky (HT) yang digunakan petugas.

Ia menjelaskan, koordinasi itu penting untuk memastikan data pergerakan bus dan jumlah jemaah tetap sinkron antara Madinah, Bir Ali, hingga Makkah.

Selain pengaturan arus jemaah, kondisi kesehatan juga menjadi perhatian utama petugas, terutama bagi lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta.

Menurut Divia, di Bir Ali tersedia klinik kesehatan milik Arab Saudi. Namun penanganan awal tetap dilakukan oleh petugas kesehatan kloter Indonesia.

“Kalau memang ada jemaah kita sakit itu, yang pertama kita lakukan, kita selalu berkoordinasi dengan petugas haji daerah yang bagian kesehatan,” jelasnya.

Jika kondisi jemaah dinilai kritis, petugas akan berkoordinasi dengan klinik setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Divia juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri turun di Bir Ali apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

Ia menegaskan bahwa yang wajib dalam miqat di Bir Ali adalah niat ihram, bukan shalat di lokasi tersebut. “Bir Ali ini yang wajib hanya niatnya jadi, bukan shalatnya,” kata dia.

Karena itu, petugas terus mengimbau lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu untuk tetap berada di dalam bus demi keselamatan mereka.

“Khususnya untuk ibu-ibu dan lansia, untuk tidak turun apabila memang memiliki penyakit yang cukup kritis,” lanjutnya.

Hingga saat ini, lebih dari 60 ribu jemaah telah diberangkatkan melalui Bir Ali menuju Makkah. Setiap harinya, sekitar 150 bus bergerak membawa jemaah dari Madinah. (*/Red/MCH-2026)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien