Ilmuwan Jerman Tawarkan Kerjasama untuk Bocah Penemu Listrik dari Pohon Kedondong

Gerindra Nizar

FAKTA BANTEN – Ramainya pemberitaan media tentang penemuan sumber listrik dari pohon kedondong oleh Naufal Raziq bocah asal Kota Langsa, Aceh, membuat seorang ilmuwan dari Jerman mengirim orang kepercayaannya mendatangi kediaman orangtua Naufal Raziq di Kota Langsa, Aceh.
Supriaman, ayah Naufal menceritakan, setelah temuan anaknya ramai diberitakan oleh media lokal dan nasional, pada saat itu ada orang Indonesia yang mengaku utusan dari ilmuwan di Jerman untuk menawarkan kerjasama dan beasiswa di Jerman.

“Mereka menawarkan beasiswa ke Jerman. Tapi saya bilang kerjasama saja dengan Pertamina EP karena yang membantu kami mereka,” ujar Supriaman, ayah Naufal.

“Selain itu ada lagi beberapa lembaga yang menawarkan kerjasama penemuan anaknya tersebut,” imbuhnya.

Fraksi serang

Dia menceritakan, selama melakukan penelitian dirinya kerap mengeluarkan uang untuk membiayai penelitiannya atau eksperimen anaknya. Meski berat, dirinya yakin anaknya bisa sukses.

“Saya pinjem bank sebesar 15 juta untuk biayai eksperimen anak saya,” kata dia, bangga.

Supriaman menjelaskan, usahanya meminjam uang ternyata berhasil membuat Naufal juara di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi.

“Dari sana kami diajak kerjasama dengan Pertamina EP. Sejak saat itu kami dibantu mereka. Maka kalau ada yang mau membantu kami ya harus lewat Pertamina EP,” imbuh dia.

Supriaman juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina EP yang telah mendukung penemuan anaknya, termasuk dukungan beasiswa Naufal hingga kuliah.

“Pertamina EP juga telah membantu pengurusan hak paten pembangkit listrik menggunakan pohon kedondong dari Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya.

Fraksi

Saat ini temuan Naufal sudah dipatenkan dengan judul inovasi pembangkit listrik menggunakan pohon kedondong.

Temuan itu diajukan pada 23 September 2016 lalu. Lalu Dirjen HAKI mengumumkan temuannya itu pada 27 Januari 2017 dengan nomor publikasi 2017/S/00085.

Sedangkan sang anak, Naufal Raziq mengatakan, sudah banyak yang menawarkan untuk bersekolah di luar negeri. Namun dirinya ingin sekolah di Indonesia.

“Saya mau sekolah di ITB. SMA nanti bisa SMA 3 Bandung,” ungkap Naufal.

Dia mengatakan, dirinya ingin menjadi ilmuwan dan peneliti listrik. Untuk itu, dirinya akan terus mengembangkan temuannya sampai berhasil dan bisa mendatangkan manfaat bagi anak-anak Indonesia yang tidak memiliki listrik sampai saat ini.

“Saya mau menerangi Aceh, masih banyak desa yang tidak punya listrik,” ungkap dia.

Jika Aceh sudah terang, Naufal akan menerangi berbagai daerah di Indonesia, bahkan kalau perlu di dunia.

“Pohon kedondong pagar ini bertahan ratusan tahun, kalau membuat listrik dari pohon sama saja melestarikan pohon karena kita akan rajin menanam,” ujar dia.

Dia mengatakan, di Jawa pohon jenis ini ada di Bogor, sementara di NTT juga ada. “Sudah ada yang minta dari NTT,” kata dia. Maklum masih banyak desa di NTT yang belum teraliri listrik. (*)

Sumber: Tribunnews

Gerindra kuswandi