Inspektur Kemenhaj Sebut Pendorongan dari Madinah ke Makkah Berjalan Lancar, Jemaah Puas Soal Konsumsi dan Hotel
MADINAH – Jemaah haji Indonesia gelombang 1 yang kedatangan di Madinah, saat ini telah berangsur-angsur dilakukan pendorongan ke Kota Makkah.
Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj), Ade Muhtar, yang tiba di Madinah dan melakukan peninjauan langsung, ternyata mengapresiasi layanan petugas kepada jemaah haji.
Itjen Ade Muhtar mengaku menerima laporan dari Kepala Sektor 1 Daerah Kerja Madinah, Ramlan Sudarto.
Hingga saat ini pendorongan jemaah haji ke Makkah berjalan baik dan lancar.
Ade Muhtar memfokuskan evaluasi pada layanan akomodasi serta konsumsi jemaah, meskipun penilaian sementara diakui sudah cukup baik.
“Alhamdulillah kita menemukan bahwa pelaksanaan yang selama ini disampaikan bagus, memang kita sama-sama saksikan telah berjalan dengan baik,” ujar Ade Muhtar saat kunjungan ke Sektor 1 Madinah, Jumat (8/5/2026) sore waktu setempat.
Diakuinya, kepadatan jadwal pendorongan atau pergeseran jemaah dari Madinah ke Makkah menjadi tantangan tersendiri untuk para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Hari ini saja Sektor 1 mendorong 13 kloter ke Makkah secara bersamaan, sehingga membutuhkan tambahan tenaga petugas PPIH dan umal (porter) yang memadai.
Dari hasil pemantauan, menurut Ade Muhtar, layanan konsumsi mendapat nilai plus tertinggi dari jemaah.
Pemberdayaan UMKM dan penyediaan bumbu serta pasta asal Indonesia membuat jemaah merasa seperti di rumah sendiri.
“Jemaah merasakan cita rasa menu nusantara, merasa di rumahnya sendiri. Tidak kekurangan, mereka merasa puas,” ungkap Ade Muhtar, didampingi Kasektor 1 dan jajarannya.
Dia juga menegaskan, PPIH agar berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan jelang puncak haji di Armuzna.
Semua masukan, termasuk dari media, akan disampaikan kepada Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Prof Jaenal Effendi, juga mengakui pelayanan konsumsi menjadi salah satu yang paling diapresiasi jamaah haji Indonesia.
Menurut dia, penggunaan bumbu khas Nusantara mampu menghadirkan cita rasa yang lebih dekat dengan lidah jemaah Indonesia.
Hal itu pun mendapat respons yang sangat baik dari para jemaah yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Animonya sangat luar biasa, masyarakat jemaah haji kita itu sangat bahagia bisa merasakan cita rasa Indonesia, nusantara yang ada di sini,” tuturnya.
Jamaah haji Indonesia memang mengaku puas dengan pelayanan akomodasi dan konsumsi pada penyelenggaraan haji kali ini. Seperti diungkapkan M Nurdin Aziz, jamaah asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
“Alhamdulillah pelayanannya bagus, makanan enak. Turun hotel langsung Masjid Nabawi, dekat banget, kami puas,” ungkap Nurdin saat akan pendorongan ke Makkah, Jumat (24/4/2026).
Diketahui, sebanyak 118 hotel yang disiapkan untuk para jamaah haji asal Indonesia juga terletak di kawasan strategis Markaziyah atau berada di dalam area Ring Road, kawasan paling dekat dengan Masjid Nabawi.
Jamaah asal Lombok Tengah, Renah, juga mengaku sangat puas dengan pelayanan akomodasi dan konsumsi pada musim haji 2026 ini.
“Alhamdulillah pelayanan hotel luar biasa mantap. Kondisinya juga bagus dan nyaman sehingga harapannya dengan kenyamanan ini kami semua bisa sehat-sehat selama di sini,” ujar Renah. (*/Red/MCH-2026)


