Jemaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan, Waspadai Dehidrasi
MCH — Tenaga medis dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kecukupan asupan cairan guna mencegah dehidrasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Kesehatan PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti pada Selasa (21/4/2026).
Menurutnya dalam menghadapi cuaca panas ekstrem di Saudi Arabia tahun 2026 ini para jemaah diimbau untuk memperbanyak minum.
“Untuk mungkin untuk tips ya buat jamaah haji yang mungkin yang akan datang ini ya, yang pertama cukup minum. 200 mili liter setiap jam, atau sering sedikit tapi sering, jangan tunggu haus. Dan bila memungkinkan bisa juga ditambah oralit, jadi biar tidak terhidrasi,” ujar dr. Enny saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia.
Selain itu, ia menekankan pentingnya waktu istirahat yang cukup agar stamina tetap terjaga selama menjalani rangkaian ibadah haji.
“Cukup istirahat. Paling tidak cukup istirahat 6 sampai 8 jam, jadi tenaga masih fresh,” imbuhnya.
Dari sisi asupan nutrisi, dr. Enny menyebut makanan yang disediakan panitia telah memenuhi kebutuhan gizi jemaah.
dr. Enny juga menganjurkan jemaah membawa makanan ringan saat beraktivitas di luar penginapan.
“Makan makanan bergizi. Ini makanan sudah disediakan oleh panitia, jadi di situ sudah ada buah, gizinya cukup. Jadi jemaah bisa makan makanan itu. Dan bila ke masjid disarankan mungkin bawa kurma atau snack, makanan kecil,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri untuk mengurangi dampak paparan panas.
“Jangan lupa selalu pakai alat pelindung diri. Karena panas ya, jadi topi, kacamata, semprot air ke wajah, masker, terus cuci hand sanitizer dan mungkin bisa juga lotion biar lembab kulitnya,” jelasnya.

Penggunaan alas kaki juga menjadi perhatian penting, terutama saat jemaah menuju masjid.
“Memakai alas kaki. Jadi kalau ke masjid harus pakai alas kaki dan disarankan bawa kantong plastik. Walaupun mungkin sekarang di setiap masuk Masjid Nabawi sudah disediakan, tapi paling tidak sedia kantong sendiri,” tuturnya.
“Alas kaki atau sepatu taruh di kantong plastik dibawa ke dalam, jadi waktu keluar sudah siap alas kakinya,” imbuhnya.
Terkait layanan kesehatan, dr. Enny memastikan fasilitas klinik beroperasi penuh selama 24 jam dengan tenaga medis yang siaga secara bergantian. “24 jam tiap hari, ya,” ujarnya.
Dalam hal rujukan pasien, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi, baik swasta maupun pemerintah.
“Untuk kita hubungan dengan rumah sakit, memang kerja sama dengan rumah sakit swasta yaitu Saudi German Hospital. Jadi kita bisa merujuk ke sana atau bisa juga ke rumah sakit pemerintah di Madinah, seperti Rumah Sakit King Fahd atau RS Al Madinah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dehidrasi menjadi salah satu kondisi yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai oleh jemaah.
“Kalau selama musim haji ini, dehidrasi ya. Karena dehidrasi ini kadang jemaah tidak mau minum takut sering kencing. Nah sebenarnya tipsnya itu minum tapi sedikit-sedikit, sering. Itu biasanya juga tidak akan seperti kalau kita minum langsung banyak,” paparnya. (*/Yosep)


