Wisata Anyer

LamiPak Kenalkan Kemasan Aseptik di Cikande, Solusi Baru Industri Minuman Nasional Tanpa Rantai Pendingin

 

SERANG — PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia) memperkenalkan teknologi kemasan aseptik berbasis kertas karton sebagai solusi alternatif bagi industri minuman nasional.
Pengenalan tersebut dilakukan melalui workshop bersama anggota Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) yang digelar di fasilitas produksi LamiPak di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini diikuti puluhan pelaku industri makanan dan minuman dari berbagai daerah serta dihadiri Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijanti Punguan Pintaria.

Managing Director PT Lami Packaging Indonesia, Hongbiao Li, mengatakan industri minuman membutuhkan solusi kemasan yang mampu menjawab tantangan rantai pasok global sekaligus meningkatkan daya saing.

“Kami melihat industri membutuhkan solusi kemasan yang tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga memperkuat daya saing ke depan melalui kemasan aseptik,” ujarnya.

Kemasan aseptik berbasis kertas karton dinilai mampu menjaga kualitas produk tanpa bahan pengawet dan tanpa memerlukan rantai pendingin (cold chain).

Hal ini membuat distribusi produk menjadi lebih fleksibel, terutama untuk wilayah dengan keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin.

Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menilai workshop tersebut penting untuk membuka alternatif sumber kemasan bagi industri nasional.
Menurutnya, sebelumnya industri aseptik di Indonesia sangat bergantung pada pemasok luar negeri.

“Sekarang kita bersyukur karena investasi sudah hadir di Indonesia. Yang sebelumnya bergantung impor, kini bisa dipenuhi dari dalam negeri,” katanya.

Ia menegaskan ada dua aspek penting yang harus diperkuat industri, yakni efisiensi manufaktur dan strategi pengadaan bahan baku.

Direktur Industri Minuman Kementerian Perindustrian, Merrijanti Punguan Pintaria, menyampaikan pemerintah terus mendorong industri minuman agar berinovasi dan beradaptasi menghadapi ketidakpastian global.

Ia menjelaskan, meski harga kemasan aseptik berbahan kertas tidak selalu sebanding langsung dengan kemasan plastik, manfaat jangka panjangnya dapat lebih efisien.

“Karena kemasan aseptik tidak membutuhkan rantai pendingin maupun kulkas untuk penyimpanan, sehingga secara keseluruhan bisa lebih kompetitif,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut diungkapkan kebutuhan kemasan aseptik nasional mencapai sekitar 8,3 miliar kemasan per tahun.

Sebanyak 4,8 miliar kemasan berasal dari produk susu dan dairy, sementara sisanya digunakan untuk minuman teh, kopi hingga minuman berbasis nabati seperti santan dan oat milk.

LamiPak sendiri memiliki kapasitas produksi hingga 21 miliar kemasan per tahun, hampir tiga kali lipat kebutuhan nasional.

Kapasitas ini diharapkan mampu memperkuat pasokan domestik sekaligus mengurangi ketergantungan impor kemasan.

Selain efisiensi industri, LamiPak juga menekankan komitmen keberlanjutan melalui berbagai inovasi ramah lingkungan, termasuk penggunaan sedotan kertas serta roadmap menuju target Net Zero Carbon.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat menjadi mitra strategis bagi industri makanan dan minuman nasional dalam menghadapi dinamika global sekaligus mendorong transformasi industri yang lebih inovatif dan berkelanjutan. ***

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien