Kampung Haji di Makkah Disebut Terinspirasi Wakaf Saudagar Aceh
MAKKAH — Rencana pembangunan kawasan Kampung Haji di Kota Makkah mendapat perhatian luas dari jemaah Indonesia.
Kawasan terpadu tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan gagasan Kampung Haji terinspirasi dari keteladanan saudagar asal Aceh, Habib Bugak Al Asyi, yang mewakafkan hartanya demi membantu masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji.
“Inisiatif Kampung Haji salah satunya terinspirasi dari wakaf Habib Bugak yang manfaatnya masih dirasakan masyarakat Aceh hingga sekarang,” ujar Dahnil saat mengunjungi jemaah haji Indonesia di Hotel Burj Al Wahda, Makkah, Kamis, (21/5/2026).
Dalam kunjungan ke Sektor 6 Makkah tersebut, Dahnil bertemu dengan ribuan jemaah asal Aceh dan Medan yang menempati hotel itu.
Tercatat lebih dari 11 ribu jemaah berada di lokasi tersebut, terdiri atas 5.482 jemaah dari Embarkasi Aceh (BTJ) dan 5.760 jemaah dari Embarkasi Medan (KNO).
Kedatangan Wamenhaj turut disambut Imam Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu Paya Pasi, bersama sejumlah jemaah lainnya.
Menurut Dahnil, wakaf yang dilakukan Habib Bugak menjadi contoh nyata bagaimana bantuan sosial dapat terus memberi manfaat lintas generasi.
Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan konsep Kampung Haji yang tengah digagas pemerintah Indonesia.
“Apa yang dilakukan Habib Bugak sudah berlangsung lebih dari 200 tahun lalu, tetapi manfaatnya masih dirasakan masyarakat Aceh sampai hari ini,” katanya.
Ia menjelaskan, sebagian jemaah Aceh hingga kini masih menerima bantuan dana dari hasil wakaf tersebut.
Nilainya bahkan mencapai puluhan juta rupiah bagi setiap jemaah yang memenuhi syarat penerima manfaat.
Dahnil juga menyinggung sejarah panjang Aceh dalam perjalanan haji Indonesia.
Menurutnya, Aceh memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ekosistem perhajian nasional, termasuk dukungan terhadap lahirnya transportasi udara nasional.
Ia mencontohkan keberadaan pesawat di Asrama Haji Aceh yang disebut menjadi bagian awal sejarah maskapai nasional Indonesia.
“Aceh punya sejarah panjang bagi republik ini, termasuk dalam perjalanan haji Indonesia,” ujarnya.
Selain membahas rencana Kampung Haji, Dahnil mengapresiasi tingginya semangat masyarakat Aceh untuk menunaikan ibadah haji.
Ia mengaku sempat khawatir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dari Aceh menurun akibat musibah yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.
Namun, katanya. Pelunasan justru berlangsung cepat dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.
“Kami sempat memperkirakan pelunasan haji dari Aceh akan menurun, tetapi ternyata justru relatif cepat. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Aceh untuk berhaji sangat tinggi,” kata Dahnil. ***


