Komnas Disabilitas RI Apresiasi Komitmen Pemerintah Wujudkan Haji Inklusif Bagi Disabilitas dan Lansia
MAKKAH — Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, Deka Kurniawan, mengapresiasi komitmen Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin inklusif bagi jemaah penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan perempuan pada musim haji 2026.
Menurut Deka, Komisi Nasional Disabilitas bersama organisasi Mikro Indonesia dilibatkan sejak awal proses persiapan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk dalam pelatihan petugas haji agar mampu memberikan pelayanan yang ramah terhadap kelompok rentan.
“Kami dari Komisi Nasional Disabilitas dan Mikro Indonesia sebagai lembaga negara yang memikul mandat memastikan pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk dalam beribadah haji, melihat dan merasakan langsung bagaimana Kementerian Haji memiliki komitmen dan keseriusan yang nyata,” kata Deka.
Ia menjelaskan, keterlibatan pihaknya dilakukan sejak sebelum penyelenggaraan haji dimulai.
Bahkan, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah turut memantau langsung kesiapan petugas yang diberikan pelatihan khusus untuk melayani jemaah penyandang disabilitas, lansia, serta perempuan.
“Kami dilibatkan dalam pelatihan para petugas haji. Bahkan Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji langsung terjun melihat bagaimana persiapan petugas yang dilatih agar bisa melayani jemaah penyandang disabilitas, lansia, dan perempuan,” ujarnya.
Deka menilai langkah tersebut merupakan praktik baik yang patut diapresiasi karena menjadi kelanjutan dari transformasi layanan haji inklusif yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Menurut dia, pada penyelenggaraan sebelumnya layanan haji lebih difokuskan pada keramahan terhadap lansia.
Selanjutnya berkembang menjadi ramah lansia dan disabilitas, hingga pada tahun ini diperluas menjadi layanan inklusif yang juga memperhatikan kebutuhan perempuan.
“Dulu baru ramah lansia, kemudian berkembang menjadi ramah lansia dan disabilitas. Tahun ini keren sekali karena Menteri Agama mencanangkan haji inklusif yang meliputi ramah lansia, disabilitas, dan perempuan,” katanya.
Ia juga mengaku kagum terhadap komitmen Menteri Agama beserta jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji yang dinilai tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menempatkan pelayanan terhadap kelompok rentan sebagai bagian dari nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Beliau-beliau meyakini bahwa dengan melayani dan memberikan pemenuhan hak bagi jemaah disabilitas, lansia, dan perempuan, justru di situlah keberkahannya. Kemudahan dan kelancaran penyelenggaraan haji didapatkan dengan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah rentan,” ujar Deka.
Ia optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan berjalan lebih baik dan sukses dengan adanya perhatian khusus terhadap jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
“Kita yakin penyelenggaraan haji tahun ini akan semakin sukses karena melayani orang-orang tua kita dari kalangan lansia dan disabilitas,” katanya. (*/Red/MCH-2026)

