Menilik Kurma Ajwa: ‘Raja Kurma’ Favorit Rasulullah yang Kaya Manfaat

MADINAH — Kurma Ajwa selalu memiliki tempat spesial di hati umat Islam di seluruh dunia.
Selain karena nilai sejarahnya, kurma khas Madinah ini diburu oleh jemaah haji dan umrah karena keunikan fisik serta khasiatnya yang luar biasa.
Secara fisik, kurma Ajwa sangat mudah dibedakan dari jenis kurma lainnya.
“Kurma Ajwa merupakan kesukaan Nabi. Kurma ini mudah dikenali dari warnanya yang hitam pekat, rasanya yang manis, dan teksturnya yang lembut,” ujar Dr. Abdulmoizz Shakeel, Strategic Director Castle Farm Dates—salah satu pengelola perkebunan kurma terbesar di Madinah.
Saat ini, Castle Farm Dates mengelola 60 hektare lahan yang mayoritas ditanami kurma Ajwa.
Menurut Abdulmoizz, keunikan kurma ini tidak hanya terletak pada buahnya, tetapi juga pada pohonnya.
Pohon kurma Ajwa sudah bisa berbuah meskipun ukurannya masih pendek.

Namun, untuk menghasilkan kualitas premium, proses budidayanya memerlukan perawatan ekstra.
“Jika ingin buahnya berukuran besar, maka harus sering dipetik (dijarangkan saat tumbuh). Kalau didiamkan begitu saja sejak berbuah, ukurannya akan kecil,” urai pengelola generasi ketiga tersebut.
Selain kelezatan dan keunikan pohonnya, kurma Ajwa juga menyimpan keberkahan spiritual yang kuat sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat hadis.
Pembimbing Ibadah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Lilik Musfiroh, menjelaskan besarnya khasiat mengonsumsi buah ini secara rutin di pagi hari, terutama dalam jumlah ganjil.
“Rasulullah bersabda bahwa barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa di pagi hari, maka ia akan terhindar dari bahaya racun dan sihir pada hari tersebut,” jelas Lilik.
Perpaduan rasa yang nikmat, keunikan budidaya, serta khasiat nyata bagi kesehatan dan perlindungan diri membuat kurma Ajwa tetap menjadi primadona.
Tak heran jika hingga saat ini, buah khas dari kota persinggahan terakhir Rasulullah ini tetap menyandang gelar sebagai ‘Raja Kurma’. (*/Red/MCH-2026)


