Wisata Anyer

Petugas Daker Bandara Pastikan Koper Jemaah Haji Aman

MADINAH — Tim Daerah Kerja (Daker) Bandara memperketat pengawasan penanganan koper jemaah haji yang tiba di Bandara Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi.

Sebanyak lima petugas disiagakan untuk memastikan seluruh barang bawaan jemaah tetap aman sejak proses kedatangan hingga distribusi.

Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, Jumat (1/4/2026) menjelaskan bahwa penempatan petugas tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya barang terlarang sekaligus menjaga kondisi koper tetap utuh selama proses penanganan.

“Pengawasan dilakukan dari cara mereka melakukan pengangkatan koper sampai memasukan ke dalam kontainer,” ungkap Basir, Jumat (1/5/2026).

Ia memaparkan, kelima petugas bekerja secara bergiliran dalam sistem shift.

Mereka bertugas mengawasi alur pergerakan koper, membantu proses operasional pemindahan, hingga memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain itu, petugas yang berada di area gedung kargo dan bagasi juga memiliki kewajiban untuk melaporkan apabila ditemukan koper jemaah yang mengalami kerusakan.

Pengawasan ini berlaku menyeluruh, baik untuk jemaah yang menggunakan layanan fast track maupun non fast track.

Pada penyelenggaraan haji tahun ini, diterapkan kebijakan baru di mana seluruh koper jemaah ditempatkan di gedung khusus kargo dan bagasi.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengendalian serta meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan barang.

“Koper jemaah dipastikan sejak awal kedatangan jemaah kami telah melakukan pengawasan penanganan koper di drop baggage area,” tambahnya.

Berdasarkan data hingga Jumat (1/5/2026) pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), tercatat sebanyak 158 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Bandara Madinah.

Total jemaah yang sudah mendarat mencapai 61.407 orang, dengan 13.186 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia).

Basir memastikan, keamanan koper menjadi prioritas, baik dari sisi fisik maupun isi di dalamnya.

Jemaah juga diimbau untuk memeriksa kembali kondisi koper serta barang bawaan sebelum dibawa ke hotel.

Apabila ditemukan kerusakan, jemaah dipersilakan segera melapor kepada petugas untuk mendapatkan penanganan awal.

“Nanti akan dicarikan solusi sementara seperti misalnya wrapping,” kata Basir.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pihak maskapai memiliki kewenangan untuk melakukan asesmen terhadap koper yang rusak.

Jika dinilai perlu, penggantian akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Untuk penggantian yang akan mengasesmen adalah dari maskapai. Jika perlu ada penggantian akan dilakukan bisa saat jelang jemaah pulang,” pungkasnya. (*/ARAS)

Hardiknas DPRD Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien