Sambut Kepulangan PPIH Daker Madinah dan Bandara, Wamenhaj Sampaikan Apresiasi atas Suksesnya Haji 2026

TANGERANG – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyambut langsung kepulangan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Daker Bandara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (2/7/2026).
Sebanyak 373 petugas Daker Madinah dan petugas Daker Bandara tiba di Tanah Air setelah menuntaskan tugas memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas beserta keluarga yang telah menjadi bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. Amanah besar ini telah Saudara laksanakan dengan penuh dedikasi, profesionalisme, dan keikhlasan. Apresiasi yang sama juga saya sampaikan kepada seluruh keluarga PPIH yang dengan tulus mengikhlaskan dan mendukung putra-putri terbaiknya menjalankan tugas negara di Tanah Suci. Tanpa doa, kesabaran, dan dukungan keluarga, pengabdian ini tidak akan berjalan dengan baik. Semoga setiap ikhtiar, pengorbanan, dan keikhlasan yang telah diberikan menjadi amal saleh dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ujar Wamenhaj.
Menurut Wamenhaj, berakhirnya operasional haji 1447 H/2026 M bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan awal untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebagai landasan penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya.
Wamenhaj menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat penerapan prinsip istithaah sebagai fondasi utama penyelenggaraan haji, melakukan penataan biaya penyelenggaraan ibadah haji agar semakin efektif, efisien, dan akuntabel, serta terus meningkatkan kualitas tata kelola dan sumber daya manusia petugas haji.
“Seluruh evaluasi yang kami lakukan bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi jemaah. Penguatan istithaah, penataan biaya haji, serta peningkatan kualitas petugas akan menjadi fokus dalam mempersiapkan musim haji berikutnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dahnil mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan Kemenhaj terkait rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
“Hingga saat ini Kemenhaj belum membuka rekrutmen PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji musim berikutnya. Apabila ada pihak yang menawarkan kelulusan, meminta sejumlah uang, atau mengatasnamakan Kemenhaj dalam proses rekrutmen, dapat dipastikan hal tersebut adalah penipuan,” tegasnya.
Wamenhaj mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi Kemenhaj.
“Kami mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi hanya melalui website dan media sosial resmi Kemenhaj. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Semua kebijakan dan tahapan penyelenggaraan haji akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi Kemenhaj,” pungkasnya.***

