Wisata Anyer

SOP Pendorongan Jemaah Haji dari Madinah ke Makkah, Koper Harus Dikumpulkan di Lobby Hotel 8 Jam Sebelum Keberangkatan

PT PCM HUT Cilegon

MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dr. Khalilurrahman, memaparkan secara rinci standar operasional prosedur (SOP) pemberangkatan jemaah haji dari Madinah menuju Makkah, termasuk skema pengaturan di Bir Ali dan perkiraan kondisi cuaca di Tanah Suci.

Khalilurrahman menjelaskan, tahapan pemberangkatan jemaah telah diatur secara sistematis guna memastikan proses berjalan tertib dan lancar.

“SOP-nya pertama adalah 8 jam sebelum jemaah diberangkatkan, koper-koper jemaah sudah diturunkan di lobi hotel. Kemudian 4 jam sebelum keberangkatan, bus sudah didorong dari pool menuju hotel,” ujar Khalilurrahman

DR. Khalilurrahman menambahkan, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit dari pool ke hotel, maka bus dipastikan sudah berada di lokasi sekitar tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.

Meski bus telah tersedia, jemaah diminta tidak langsung masuk bus di lokasi parkir.

Jemaah harus menunggu arahan dari petugas PPIH transportasi.

“Petugas akan memastikan terlebih dahulu kesesuaian bus dengan rombongan, kemudian menempelkan stiker sesuai nomor rombongan,” katanya.

Setelah proses penandaan selesai, jamaah akan dipanggil secara bertahap untuk memasukkan koper ke dalam bus sebelum naik sesuai kelompok masing-masing.

Dalam hal ini, peran ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) dinilai krusial dalam menjaga ketertiban.

“Ketua rombongan dan ketua regu yang akan mengatur jamaahnya agar masuk bus secara tertib sesuai giliran. Jadi kalau belum ada instruksi, jamaah diminta menunggu,” jelasnya.

Terkait pengangkutan barang, Khalilurrahman memastikan koper jamaah akan ditangani oleh petugas khusus (ummal).

“Koper itu nanti akan diangkut oleh ummal dari lobi hotel ke bus,” ujarnya.

PT Sankyu HUT Cilegon

Sementara untuk mengantisipasi potensi penumpukan jemaah di Bir Ali, yakni titik miqat sebelum memasuki Makkah untuk umroh, PPIH telah menyiapkan skema pengaturan dengan membagi area ke dalam delapan pos.

“Di Bir Ali kita siapkan delapan pos. Nanti setiap kloter akan diarahkan ke pos yang berbeda agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap bus akan diarahkan ke titik yang lebih longgar, sementara petugas di lapangan bertugas mengatur alur pergerakan jamaah agar tetap tertib.

“Bus berikutnya akan diarahkan ke pos selanjutnya, sehingga pergerakan jamaah lebih rapi dan teratur,” tambahnya.

Khalilurrahman juga menegaskan bahwa Bir Ali merupakan lokasi miqat yang digunakan oleh jemaah dari seluruh dunia, bukan khusus milik Indonesia.

Namun, petugas Indonesia tetap berupaya memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan prosesi miqat dengan baik.

“Kami ingin memastikan semua jemaah bisa melaksanakan miqat dan tidak ada yang tertinggal di sana,” ujarnya.

Untuk masa tinggal di Makkah, jemaah diperkirakan akan berada di kota tersebut selama 25 hingga 30 hari.

“Di Makkah jemaah akan tinggal sekitar 25 sampai 30 hari,” kata dia.

Terkait kondisi cuaca, Khalilurrahman menyebutkan bahwa suhu udara di Makkah diperkirakan cukup tinggi seiring memasuki musim panas.

“Memasuki bulan Mei itu sudah musim kemarau, suhu kemungkinan sekitar 35 sampai 36 derajat Celsius,” ujarnya.

PPIH mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan serta mengikuti seluruh arahan petugas agar rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan khusyuk. (*/Nandi)

Dindik Cilegon HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien