Jemaah Haji Indonesia yang Sakit di Madinah Tetap Diberangkatkan ke Makkah Setelah Kondisi Membaik

MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan jemaah haji Indonesia yang tengah sakit tetap akan diberangkatkan ke Makkah setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil oleh tim medis.
Kepala Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, menyampaikan hal tersebut saat memantau proses pendorongan jemaah gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, proses mobilisasi jemaah mulai dilakukan hari ini secara bertahap.
Ramlan mengungkapkan bahwa seluruh jemaah mengikuti arahan petugas dengan baik.
Ia juga menilai koordinasi antara ketua kloter dan petugas lapangan berjalan optimal sehingga mendukung kelancaran proses keberangkatan.
“Semua jemaah mengikuti arahan dengan baik, dan Ketua Kloternya pun bersinergi penuh dengan petugas di lapangan. Ini yang kita harapkan agar proses mobilisasi berjalan lancar,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Pada hari pertama pemberangkatan, sebanyak enam kelompok terbang (kloter) di Sektor 1 diberangkatkan menuju Makkah.
Sebelumnya, para jemaah tersebut menginap di dua hotel, yakni Hotel Taiba Front dan Hotel Makarem Suite.
Meski sebagian besar jemaah berangkat sesuai jadwal, terdapat sejumlah jemaah yang harus menunda perjalanan karena kondisi kesehatan.

Ramlan menyebutkan, beberapa jemaah dari embarkasi Palembang (PLM), Medan (KNO), dan Jakarta (JKG) saat ini masih menjalani perawatan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jemaah asal Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kloter YIA 1, yang dinilai menunjukkan kedisiplinan tinggi selama proses pemberangkatan.
Menurutnya, ketertiban yang ditunjukkan kloter tersebut dapat menjadi contoh bagi rombongan lainnya.
Ramlan menilai, keberhasilan Kloter YIA 1 tidak terlepas dari kepatuhan jemaah terhadap instruksi petugas serta koordinasi yang solid antara ketua kloter dan pihak sektor.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya disiplin waktu sebagai faktor utama kelancaran proses pendorongan jemaah.
Ia mengingatkan agar seluruh jemaah mematuhi jadwal yang telah ditentukan, terutama terkait waktu berkumpul sebelum keberangkatan.
“Jangan baru bergegas pukul 06.00 jika diminta pukul 05.00. Keterlambatan satu orang bisa mengganggu ritme seluruh rombongan dan jadwal perjalanan ke Makkah,” tegasnya.
Setelah seluruh jemaah naik ke dalam bus, petugas Sektor 1 melakukan pemeriksaan menyeluruh ke setiap kamar hotel guna memastikan tidak ada jemaah maupun barang yang tertinggal.
Dari hasil penyisiran tersebut, khususnya untuk kloter asal Yogyakarta, dipastikan seluruh kamar dalam kondisi kosong.
“Tadi kami sudah menyisir semua kamar. Untuk jemaah Jogja, nihil. Tidak ada jemaah yang tertinggal di kamar, dan tidak ada satu pun barang yang tercecer,” pungkasnya. (*/ARAS)


