Tak Hanya Sholat Khusuf, Ini Amalan yang Cocok Saat Gerhana Bulan Total

FAKTA BANTEN– Nabi Muhammad Saw mengajarkan ummatnya tentang tuntunan syariat yang dilakukan saat gerhana bulan. Apalagi dini hari nanti, Sabtu, (28/07/2018) akan terjadi gerhana bulan total super blood moon.

Pada saat itu, umat muslim dianjurkan untuk mengerjakan shalat gerhana bulan atau sholat khusuf yang sesuai dengan syariat Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari laman kemenag.go.id, Nabi Muhammad Saw mengajarkan kepada kita tuntunan syariat beribadah ketika terjadi gerhana matahari atau bulan seperti berikut ini :

1. Menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT saat terjadinya gerhana matahari dan bulan, karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan.

2. Mengingat apa yang pernah disaksikan Nabi Muhammad Saw dalam shalat khusuf atau shalat gerhana, diriwayatkan bahwa Allah SWT telah memperlihatkan surga dan neraka pada Rasulullah, bahkan beliau ingin mengambil setangkai dahan dari surga untuk diperlihatkan kepada mereka.

Beliau juga diperlihatkan berbagai azab yang ditimpakan kepada ahli neraka, karena itu dalam salah satu khutbahnya setelah selesai shalat gerhana, beliau bersabda : “ Wahai umat Muhammad, Demi Allah jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR.Mutaffa alaih)

3. Menyeru dengan panggilan,” Asshalaatu Jaami’ah,” maksudnya adalah panggilan untuk melakukan shalat secara berjamaah. Aisyah RA meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah Saw memerintahkan untuk menyerukan “Asshalaatu Jaami’ah.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Tidak ada azan dan iqomah dalam pelaksanaan shalat gerhana karena azan dan iqamah hanya berlaku pada shalat wajib saja.

Kartini dprd serang

4 Disunnahkan mengeraskan bacaan surat, baik shalatnya dilakukan pada siang hari maupun malam hari. Hal ini dilakukan Rasulullah Saw pada shalat gerhana. (HR. Muttafq alaih).

5. Shalat gerhana sunnah dilakukan di masjid secara berjamaah. Rasulullah Saw selalu melaksanakan di masjid sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat., akan tetapi boleh juga dilakukan seorang diri. ( Lihat Al-Mughuni, Ibnu Qudamah, 3/323)

6. Wanita boleh ikut shalat berjamaah di belakang barisan laki-laki. Diriwayatkan bahwa Aisyah dan Asma ikut shalat gerhana bersama Rasulullah Saw. (HR Bukhari)

7. Disunnahkan memanjangkan bacaan surah . diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw dalam shalat gerhana memanjangkan bacaannya (HR. Mutaffaq Alaih), namun hendaknya tetap mempertimbangkan kemampuan dan kondisi jamaah.

8. Disunnahkan menyampaikan khutbah setelah selesai shalat , berdasarkan perbuatan Nabi Muhammad Saw bahwa beliau setelah shalat naik ke mimbar dan menyampaikan khutbah (HR. Nasa’i).

Sejumlah ulama menguatkan bahwa khutbah yang disampaikan hanya sekali saja, tidak dua kali seperti shalat Jum’at. Sedangkan sebagian ulama menganggap tidak ada sunnah khutbah selesai shalat, akan tetapi petunjuk hadits lebih menguatkan disunnahkannya khutbah setelah selesai shalat gerhana.

Seperti itulah tuntunan syariat dari Nabi Muhammad Saw ketika melaksanakan ibadah saat gerhana bulan. (*/Banjarmasinpost)

Polda