Dampak Pertambangan Terhadap Lingkungan Tanah

Gerindra Nizar

 

Sebagai negara Indonesia, yang dimana negara ini memiliki penduduk yang banyak. Angka pertumbuhan penduduk negara indonesia cukup besar, hal tersebut yang menyebabkan kenaikan yang begitu besar akan ketergantungan hasil tambang. Semakin besar skala kegiatan pertambangan, semakin besar pula area dampak yang ditimbulka. Perubahan lingkungan yang di akibatkan oleh kegiatan pertambangan dapat bersifat permanen, atau tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula.

Penambangan adalah proses pengambilan bahan yang dapat di ektrasikan dari dalam bumi dan pengertian tambang adalah tempat terjadinya kegiatan penambangan – penambangan. Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena adanya perubahaan kondisi lingkungan (tanah, udara, dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan terhadap manusia,hewan dan tumbuhan) yang disebabkan oleh adanya benda benda asing ,seperti limbah industri, sampah, minyak, logam yang berbahaya, dan lain – lain. Itu disebabkan oleh perbuatan manusia ,sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula.

Fraksi serang

Dalam kegiatan pertambangan banyak memiliki dampak dampak bagi lingkungan, ada dampak postif dan dampak negatif. Dari dampak positif pertambangan terhadap lingkangan yaitu kita bisa dapat pendapatan asli dari daerah dan bisa menampung tenaga kerja yang banyak. Sedangkan dari dampak negarif itu sendiri adalah dari kegiatan pertambangan di bagi lagi ada dari segi kerusakan permukaan bumi, kebisingan, dan polusi udara. Dari beberapa dampak negatif kegiatan pertambangan terhadapa lingkungan, kita perlu adanya kesadaran terhadap lingkungan sehingga dapat memenuhi standar lingkungan yang di terima oleh masyarakat.

Karena kebanyakan dari beberapa hasil pertambangan itu biasanya di jual dalam bentuk bahan mentah sehingga harus berhati – hati dalam pengolahannya karena jika para pembeli mengetahui bahan mentah tersebut tercemari oleh lingkungan, itu dapat merusak industri pertambangan. Apa aja sih dampak pertambangan yang bisa merusak lingkungan bagi kehidupan kita ?. Ada beberapa dampak yang di pengaruhi oleh kegiatan pertambangan selain yang ada di atas tadi , yaitu :

Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah itu bisa terjadi adanya penambangan batubara yang bisa merusak vegetasi yang ada, bisa menghancurkan profil tanah genetic, menghancurkan satwa liar dan habitatnya, mengubah pemanfaatan lahan dan sehingga pada batas tertentu dapat mengubah topografi umum daerah penambangan secara permanen.
kegiatan dari penambangan batubara itu sendiri bisa juga berdampak terhadap peningkatan laju erosi tanah dan sedimentasi pada muara – muara sungai.

Peristiwa adanya peningkatan laju erosi merupakan dampak tidak langsung dari kegiatan pertambangan batubara tetapi dampak dari pembersihan lahan untuk bukaan tambang dan pembangunan fasilitas tambang lainnya seperti pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti perkantoran, tempat permukiman karyawan. Dampak dari penurunan kesuburan tanah itu sendiri yang dimana dari kegiatan pertambangan batubara , menghasilkan pengupasan tanah pucuk (top soil) dan tanah penutup (sub soil).

Dari pengupasan tanah dan tanah penutup bisa merubah fisik tanah yang tadinya masih dalam bentuk fisik tanah alamiah dan tersusun rapih kemudian mengalami gangguan menjadi terbongkar akibat pengupasan tanah tersebut.
penambangan batubara juga menghasilkan gas mentana, dimana gas ini mempunyai potensi sebagai gas rumah kaca. Kontribusi gas ini yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, dimana kontribusinya sebesar 10,5% pada emisi gas rumah kaca.

Fraksi

Selain dari segi penambangan batu bara,penambangan emas merupakan salah satu penyebab kerusakan tanah. Tanah yang sudah tercemar dari kegiatan penambangan emas mengalami lubang- lubang besar yang kemungkinan tidak bisa ditutup kembali itu akan menyebabkan terjadinya kubangan air dengan kandungan asam yang sangat tinggi.

Selain adanya lubang – lubang besar dari kerusakan akibat penambangan emas, ada juga kerusakan yang disebabkan penambangan emas yaitu meningkatnya ancaman tanah longsor. Yang dimana aktifitas teknik yang digunakan dalam menggali bukit tidak teratur dan menggali dengan asal saja dan itu membentuk dinding yang lurus dan menggantung (hanging wall) itu bisa sangat rentan runtuh (longsor) dan dapat mengancam keselamatan para penambang.

Ada juga hilangnya vegetasi penutup tanah itu karena penambang yang dimana menggali tanah tidak melakukan reboisasi di area penggalian, dengan membiarkan area penggali dan pindah ke area baru. Selain dari hilangnya vegetasi penutup tanah ada juga erosi tanah, erosi tanah ini diakibatkan dari pertambangan emas yang dimana area bekas penggalian yang dibiarkan atau didiamkan begitu saja bisa berpotensi erosi karena tidak adanya vegetasi penutup tanah.

Kali kecil yang berada didekat lokasi atau area penambangan emas juga mengalami erosi pada tebing sisi kanan dan kirinya. Selain itu adanya pelebaran pada dinding tebing sungai , akibat dipelebar dan diperdalam untuk melakukan akitivitas pendulungan dengan memanfaatkan aliran kali untuk mencuci tanah.

Dari beberapa dampak yang ada di atas bisa diperbaiki atau bisa dicari solusinya agar tidak ada lagi dampak dampak yang bisa mempengaruhi lingkungan hidup kita. Solusinya yaitu dengan cara menanam penghijauan kembali agar udara dan tanah menjadi segar dan tidak ada namanya polusi lagi.

Atau bisa juga kita memberikan motivasi kepada masyarakat untuk merubah perilaku dan membangkitkan kesadaran untuk memelihara kelestarian lingkungan. Disini juga ada solusi atau jalan alternatif selain dari yang di atas tersebut , ada solusinya yaitu yang pertama disini ada yang namanya remediasi. Remediasi itu kegiatan yang dimana untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar, di remediasi ada dua jenis yaitu ada in – situ dan ada ex – situ.

Kegiatan pembersihan in-situ adalah pembersihan di lokasi atau area , pembersihan ini dimana pembersihan yang paling mudah yang terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Kalau kegiatan pembersihan ex-situ merupakan kegiatan penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke lokasi yang aman. Lalu dibawa ke lokasi yang aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat tercemar. Dengan cara , tanah tersebut di simpan di bak yang kedap, lalu zat pembersih dipompakan ke bak tersebut.

Kemudian, zat tercemar tersebut dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Jadi jenis ex-situ ini jauh lebih mahal dan rumit untuk di lakukan. Yang kedua bisa dengan menggunakan solusi yang namanya bioremediasi, yang dimana proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (bakteri, jamur). cara ini bertujuan untuk memecah zat tercemar menjadi bahan tidak beracun. Apakah dari perusahaan bisa dapat mengembalikan atau memperbaiki lahan yang telah di gunakan?.

NAMA : LUTFIA MAHARANI
MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA
PRODI : TEKNIK PERTAMBANGAN

Gerindra kuswandi