Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT, Ternyata Ini Manfaat Bangun Lebih Pagi dalam Islam

FAKTA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat baru saja membuat kebijakan yang membuat heboh dan menjadi sorotan, yakni menjadwalkan kegiatan pendidikan dimulai masuk sekolah pada pukul 05.00 WITA.

Kebijakan ini menuai respon serius dari berbagai kalangan, ada yang pro banyak juga yang kontra.

Lalu sebenarnya, bagaimana sih cara pandang ajaran Islam yang terkait dengan aktivitas pagi hari setelah tidur ini.

Kawan Fakta, ternyata agama Islam memberikan panduan bagi pemeluknya dalam seluruh aspek kehidupan.

Termasuk tuntunan agar sukses menjalani kehidupan baik di dunia maupun di akhirat, bangun tidur di awal pagi merupakan salah satu yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Islam juga memberikan langkah-langkah konkret agar manusia bisa menikmati kebahagiaan dan menikmati hidup dengan indah.

Keterangan yang menuntun umat untuk mengutamakan bangun pagi, di antaranya tercantum dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW. Seperti hadits berikut:

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) salat Subuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il.” (HR. Abu Dawud).

Ada juga dalil dari hadits lain yang juga menekankan pentingnya memperbanyak ibadah di pagi hari.

Nabi Muhammad SAW bahkan mendoakan umatnya yang melakukan aktivitas kebaikan di pagi hari.

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud).

Dalam ayat Al-Qur’an, umat Islam harus membiasakan diri bangun pagi, bahkan sebelum waktu pagi tiba untuk beribadah shalat. Dalil ayat Al-Qur’an ini menegaskan;

“Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan oleh malaikat.” (Terjemah surat Al-Isra ayat 78).

Adapun dasar perintah hadis secara eksplisit tertera dalam doa Nabi SAW beliau bersabda:

“Keberkahan bagi umatku mengalir di waktu pagi buta mereka.” (Terjemah hadis riwayat Ath-Thabrani dalam Al Ausath).

Jadi kebiasaan bangun dan beraktivitas di pagi hari adalah kebaikan bagi umat Islam.

Berikut keutamaan bangun lebih pagi dalam Islam:

1. Membuka pintu rejeki

Ketika Rasulullah pulang dari salat Subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya bernama Fatimah masih dalam kondisi tidur. Maka beliau bersabda: “Wahai anakku, bangunlah. Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.” (Ahmad & Al-Baihaqi).

2. Didoakan malaikat

dprd tangsel

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada salat fajar (subuh).” (Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah bersabda, “Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: ”Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa: ”Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya).” (Mutafaqun’alaih).

3. Tubuh menjadi lebih segar

Saat mulai bangun di pagi hari maka tubuh akan terasa lebih segar. Ini dikarenakan tubuh menghirup udara segar yaitu oksigen yang belum tercampur polusi udara, seperti asap dari kendaraan atau limbah pabrik.

Apalagi bila ditambah dengan berolah raga di pagi hari, tubuh akan menjadi segar dan bugar.

4. Meningkatkan daya ingat

Bangun pagi bisa membuat otak lebih produktif, lho. Kalau fungsi otak sudah bagus sejak awal pasti mengawali hari-harinya pun enjoy.

Maka dari itu, orang yang sering bangun pagi dan menghirup udara segar akan lebih kecil kemungkinan terkena gejala pikun dibandingkan dengan orang yang bangun siang hari.

5. Mendapat keberkahan dari Allah

Nabi shallallahu alaihi wa sallam mendoakan mereka yang bangun sebelum Subuh,

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Nabi bersabda: “Keberkahan bagi umatku mengalir di waktu pagi buta mereka.” (Ath Thabrani dalam Al Ausath).

Dengan berbagai dalil yang dipaparkan di atas, menegaskan bahwa waktu terbaik bagi umat Islam untuk memulai aktivitasnya di awal hari adalah ketika terbit fajar, atau bahkan lebih awal lagi sebelum fajar terbit.

Termasuk dalam menjalani pendidikan atau pembelajaran. Dalam tradisi orang-orang Soleh terdahulu, kegiatan yang dilakukan setelah menjalankan shalat subuh, yakni berzikir, membaca Al-Qur’an atau juga belajar mengkaji kitab-kitab hadits.

Kebiasaan ini bahkan masih menjadi tradisi penting dalam pembelajaran di Pondok Pesantren bagi umat Islam. Santri akan diberlakukan jam belajar, dimulai setelah shalat subuh.

Lalu bagaimana jika Nusa Tenggara Timur (NTT) provinsi yang mayoritas dihuni oleh penganut agama Nasrani tersebut, ternyata memiliki misi yang sama dengan anjuran-anjuran dalam agama Islam.

Diketahui, konsep waktu masuk sekolah dimulai pukul 5 pagi ini sebelumnya berangkat dari keinginan Gubernur NTT agar ada sekolah dari NTT yang masuk dalam daftar 200 sekolah unggul di Indonesia.

Gubernur Viktor menargetkan, NTT tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga karakter siswa.

Siswa-siswi dari NTT diharapkan bisa lulus perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia (UI), UGM, bahkan Harvard University.

“Jadi anak-anak ini akan disiapkan, anak-anak dari dua sekolah ini. Mereka akan siap masuk universitas mana pun, Akmil, Akpol. Banyak yang bilang itu pagi buta, namun ada filosofinya, ini penting, saya tidak akan mundur,” tegas Viktor. (*/Red)

 

Honda