Pemuda Harus Bersatu Demi Kepentingan Umat

Sankyu gerindra hut banten

Oleh: Cucu Komarudin (Ketua Umum HMI Cabang Lebak Periode 2018-2019)

Pertanyaan sederhananya, kenapa pemuda harus bersatu? Untuk menjawabnya kita perlu melihat kembali kedalam sejarah kemerdekaan indonesia, 20 mei 1908 yaitu Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), dimana bangkitnya rasa semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan republik indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan belanda dan jepang.

Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 mei 1908) dan ikrar sumpah pemuda (28 oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa multatuli.

Tati- IP hut banten

Kita bisa menggarisbawahi bahwa 20 mei dengan 28 oktober adalah satu nafas perjuangan pemuda untuk menegaskan kemerdekaan, yang itu kesemuanya bisa kita simpulkan bahwa dalam mencapai kemerdekaan pemuda telah bersatu untuk melawan penjajahan. Bersatu, yang artinya bulat (integrate), dan tidak pecah (disintegrate). Karena sesuatu yang tidak pecah itu sudah pasti kuat, berbeda dengan sesuatu yang pecah.

Sampai disini bisa disimpulkan bahwa dalam kebangkitan nasional, pemuda indonesia memiliki persatuan yang kuat, (yang tidak pecah) yang ini harus menjadi contoh, sekaligus landasan pemuda hari ini dalam melaksanakan pengabdian kepada umat dan bangsa dengan rasa nasionalisme.

Ksi mtq
Indorama mtq

KNPI adalah suatu organisasi yang mewadahi kelompok cipayung, yang terdiri dari: HMI, GMNI, PMII, PMKRI, GMKI yang awalnya bersepakat untuk membentuk wadah baru yang memiliki tujuan yang sama dengan wajah fisiknya menjadi suatu yang lebih sentral dalam pemikiran kaum muda. Dalam keadaan ini maka kaum muda menyadari bahwa diperlukan suatu orientasi baru dalam melihat persoalan bangsa dan negara.

Orientasi baru tersebut akan jauh melebihi pemikiran kelompok masing-masing sehingga pemuda dengan bersatu dan bersama-sama bisa menjawab persoalan-persoalan bangsa dimasa yang akan datang.

Ketika melihat sejarah tentang kebangkitan nasional dan KNPI yang lahir pada 1973 ini menegaskan kembali tentang semangat kesatuan dan persatuan pemuda yang seharusnya dimasa ini menjadi komitmen bersama untuk tetap mewujudkannya. Tetapi dimasa ini, bisa kita lihat bahwa keadaan organisasi seperti KNPI mengalami perpecahan, perpecahan disebabkan oleh penyakit yang tidak dicari resep dan obatnya. Apakah kita harus terus menunggu, sampai penyakit itu menjadi parah?.

Selaku pemuda, dan sebagai aktivis yang dikader di HMI, saya melihat semangat kebangkitan nasional dan semangat dibentuknya Komite Nasional Pemuda Indonesia, itu masih relevan sampai saat ini, yang artinya, untuk menyudahi perpecahan, untuk mencari resep dan obatnya yaitu kita harus kembali melihat sejarah sebagai landasan fhilosphys.

Rasa semangat itu sesuatu yang lahir dari diri seseorang (ruhani), sesuatu yang terpancar dari hati dan kesadaran untuk mengembalikan persatuan dan kesatuan pemuda dengan rasa tanggung jawab yang sama. Selanjutnya, untuk menyatukan kembali pemuda, kita harus kembali kepada apa yang menjadi tujuan pemuda. Sebagai mantan ketua umum HMI cabang Lebak, saya melihat bahwa, tujuan itu dibentuk oleh para pemuda dengan mengedepankan ide dan gagasan serta konstitusi sebagai dasar aturan main (rule of law).

Maka dengan ini, setelah melihat sejarah sebagai pelajaran untuk menjawab masa kini dengan semangat untuk mempersatukan untuk menjawab masa yang akan datang. (***)

Kadin citangkil mtq
Sanuji kapolres lebak hut banten