Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan secara mendasar merupakan aplikasi dari pendekatan sistematik. Pendekatan tersebut tampak pada tiga aspek utama, yaitu;
a. Spesifikasi tujuan-tujuan pendidikan dalam suatu pelajaran.
b. Penentuan metode-metode mengajar/belajar yang digunakan.
c. Penilaian materi pelajaran sehubungan dengan tujuan yang hendak dicapai.
Menurut Nasution (2012:9) dalam garis besarnya, langkah-langkah yang diikuti dalam metode teknologi pendidikan adalah :
a. Merumuskan tujuan yang jelas yang harus dicapai yang dapat dipandang sebagai masalah.
b. Menyajikan pelajaran menurut cara yang dianggap serasi yang kita pandang sebagai “hipotesis” yang perlu dites.
c. Menilai hasil pelajaran untuk menguji hipotesis itu.
d. Mencari perbaikan andaikan hasilnya belum memenuhi syarat atau standar yang ditentukan dan melangsungkan percobaan dengan cara lain sampai tercapai apa yang diharapkan.
Teknologi pendidikan dapat ditafsirkan sebagai media yang lahir dari perkembangan alat komunikasi yang digunakan untuk tujuan pendidikan. Alat-alat itu lazim disebut “hard ware”. Ada pula yang memandang teknologi pendidikan sebagai suatu pendekatan yang ilmiah kritis, dan sistematis tentang pendidikan.

Teknologi pendidikan juga menurut Suparman (2019:7.3) berperan dalam mendesain dan mengembangkan kualitas pendidikan secara sistematik dan sistemik untuk digunakan dalam melayani sejumlah besar peserta didik yang heterogen.
Menurut Nasution (2012:13) teknologi pendidikan juga merupakan usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki metode mengajar dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah yang membuktikan keberhasilan dalam bidang-bidang lain.
Menurut Miarso (2009:106-107) objek yang ditelaah (ontologi) oleh teknologi pendidikan diantaranya adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan :
a. Adanya berbagai macam sumber untuk belajar termasuk orang (penulis buku, prosedur media, dan lain-lain), pesan (yang tertulis dalam buku atau tersaji lewat media), media (buku, program televisi, radio, dan lain-lain), cara-cara tertentu dalam mengolah/ menyajikan pesan, serta lingkungan dimana proses pendidikan itu berlangsung.
b. Perlunya sumber-sumber tersebut dikembangkan, baik secara konseptual maupun secara faktual.
c. Perlu dikelolanya kegiatan pengembangan, maupun sumber-sumber untuk belajar itu agar dapat digunakan seoptimal mungkin guna kepentingan keperluan belajar.


