ASN Diduga Catut Nama Bupati Pandeglang, Aktivis Minta Inspektorat Turun Tangan
PANDEGLANG – Sejumlah aktivis dan pemuda yang tergabung dalam pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P-4) dan Pergerakan Pemuda Peduli Keuangan Negara Indonesia (P3KNI), menggelar aksi unjuk rasa di halaman depan kantor Inspektorat Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/1/2022).
Dalam aksinya para pemuda meminta kepada Inspektorat Pandeglang dan pihak penegak hukum lainnya untuk segera memeriksa serta mengusut tuntas dugaan pencatutan nama Bupati Pandeglang yang diduga untuk mengkoordinir pembelian buku yang menggunakan dana Bantuan Operasional Pendidikan untuk Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) yang diduga dilakukan oleh oknum ASN.
Berdasarkan pantauan wartawan, selain berorasi, puluhan aktivis tersebut membawa beberapa atribut atau Poster yang bertuliskan sejumlah tuntutan.
Bahkan dalam atribut tersebut masa aksi menuliskan sebuah nama yang diduga sebagai oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan meminta pihak penegak hukum untuk segera menangkap oknum.
“Tangkap Mr Mahdi pegawai Dinas/Sampah” dalam atribut aksi P-4, di halaman Kantor Inspektorat Pandeglang.
Salah seorang orator, Arif Wahyudi meminta Inspektorat Kabupaten Pandeglang, untuk bersikap tegas dalam mengusut tuntas dugaan penyunatan dana BOP PAUD dan dugaan pencatutan nama Bupati Pandeglang.
“Sebagai Warga Pandeglang, kami tidak terima jika nama Bupati Pandeglang dicatut untuk kepentingan memperkaya diri, karena Bupati Pandeglang adalah simbol negara yang harus dibela jangan sampai nama baiknya digunakan untuk menakut-nakuti para pengelola lembaga PAUD,” ungkapnya saat berorasi.
Pria yang akrab disapa Ekek ini, juga meminta kepada penegak hukum untuk turun tangan mendalami kasus dugaan penyunatan dana BOP PAUD yang dianggapnya telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Pandeglang.
“Aparat Penegak Hukum (Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Pandeglang-red), harus turut mengawal dan mendampingi penanganan kasus dugaan penyunatan dana BOP PAUD tersebut,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Pandeglang, Raden Yunce Dewi mengatakan, bahwa instansinya tidak tinggal diam dengan adanya dugaan kasus pencatutan orang nomor satu di Pandeglang untuk kepentingan pribadi dan penyunatan BOP PAUD di Pandeglang.
“Persoalan ini sedang kami tangani. Saat ini, Pak Inspektur sedang tugas luar, makanya saya yang menemui adik-adik (mahasiswa -red). Saya minta, adik-adik bersabar menunggu hasilnya. Karena, pemeriksaannya tidak bisa diburu-buru, harus hati-hati. Ini juga menyangkut nasib orang,” imbuhnya.
Sementara itu, Mahdi yang namanya ditulis dalam poster aksi yang digelar oleh P-4 dan P3KNI saat dikonfirmasi wartawan, enggan berkomentar dengan alasan tidak mau diwawancara melalui telepon seluler dan minta bertemu langsung untuk diberi keterangan.
“Bapak di Labuan, gak bisa ke Pandeglang, nanti saja besok ketemu ya. Gak bisa lewat telepon (konfirmasinya-red),” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon selulernya. (*/Gatot)
