Begini Kronologis dan Motif Pembunuhan Seorang Petani di Pandeglang

PANDEGLANG – Sakit hati yang terpendam sejak 15 tahun silam membuat KL (64) nekat menghabisi nyawa Suganda (50) yang masih tetangganya sendiri di Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang.

Baru-baru ini, terungkap jika KL membunuh Suganda pada Senin (26/7/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Entah setan apa yang merasuki KL saat itu, sehingga tak mampu membendung emosinya ketika melihat Suganda tengah beristirahat di sebuah saung di pinggir sawah miliknya.

KL pun langsung mendatangi Suganda sembari membawa sebilah golok, dan tanpa ampun langsung membacoknya berulang kali hingga tewas. Diketahui KL dan Suganda sama-sama berprofesi sebagai petani. Dan keduanya memang kerap beraktifitas di sawah sampai tak jarang harus menginap di saung yang berada di pinggir sawah milik masing-masing.

“Kejadiannya itu Senin sekitar pukul 4 sore. Saat itu pelaku melihat korban sedang di saung, dan langsung mendatangi korban yang langsung melakukan pembacokan. Korban sedang istirahat aja di situ (saung). Tak ada perlawanan korban, jadi seketika aja begitu,” ungkap Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi kepada awak media, Kamis (29/7/2021).

Kepada petugas, KL mengaku memiliki rasa dendam terhadap orang tua korban yang disimpannya sejak 15 tahun silam. Pasalnya saat itu, orang tua KL dan orang tua Suganda pernah menjalin usaha bersama untuk budidaya ikan air tawar.

Namun saat usaha kedua orang tua mereka menuai keuntungan, justru orang tua KL tidak mendapatkan hasilnya. Malah keuntungan tersebut digunakan orang tua Suganda untuk menggelar sebuah syukuran. Hal itu diketahui KL sehingga merasa kesal terhadap orang tua Suganda.

Emosi KL makin membuncah, tatkala keluarga Suganda yang menggunakan listrik milik KL tak pernah membayarnya sesuai penggunaan. Sehingga hal itu semakin membuat KL gelap mata dan nekat untuk menghabisi nyawa Suganda yang masih merupakan tetangganya sendiri.

“Alasannya dulu ada kerjasama antara orang tua pelajh dan korban, tapi ketika hasil, si orang tua pelaku tidak kebagian. Ditambah lagi sakit hati dengan masalah lain, dimana listrik milik pelaku digunakan keluarga korban tapi tidak dibayar sesuai penggunaan,” kata Hamam.

“Sehingga ini yang menimbulkan sakit hati yang sudah 15 tahun lalu jadi mendalan, dan dilampiaskan ke korban,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi kejadian dan pemeriksaan beberapa saksi, polisi pun mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Pelaku KL langsung ditangkap saat sedang bertani pada Rabu (28/7/2021). Tanpa perlawanan, KL pun mengakui perbuatannya yang telah membunuh Suganda dengan sebilah golok. Dan saat ini telah meringkuk di ruang tahanan Mapolres Pandeglang.

“Untuk sementara, pelaku disangkakan undang-undang KUHP pasal 338 juncto 340 tentang pembunuhan berencana. Karena memang (pembunuhan) sudah direncanakan. Dan ancamannya bisa hukuman mati atau seumur hidup,” pungkas Hamam.

Penemuan jasad Suganda sempat menggegerkan warga setempat pada Selasa (27/7/2021) pagi. Adalah sang anak, Sadam Husen (25) yang merupakan orang pertama yang menemukan kondisi bapaknya dalam keadaan tewas mengenaskan sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat itu, Sadam hendak mengantarkan sarapan untuk bapaknya. Namun Sadam dibuat histeris saat melihat bapaknya sudah terkapar dengan luka bacok di sekujur tubuh di sebuah saung yang kerap digunakan untuk istirahat dan menginap oleh Suganda. Terdapat luka robek dibagian dada hingga perut yang membuat usus perut korban pun tersembul keluar. (*/YS)

Demokrat
Royal Juli