BTNUK Kukuhkan Laskar Ujung Kulon; Agen Konservasi Usia Remaja

PANDEGLANG – Memaksimalkan peran masyarakat dalam upaya pelestarian alam habitat alami badak Jawa, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) merangkul pelajar tingkat SMP sederajat di sekitar kawasan untuk menjadi kader konservasi melalui komunitas Laskar Ujung Kulon.

Pengukuhan Laskar Ujung Kulon ini dilakukan bertepatan dengan pembukaan rangkaian World Rhinoday 2018 di halaman Kantor Seksi II Tamanjaya, yang langsung disaksikan oleh Bupati Pandeglang, Direktur KKH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan unsur Forkopimda Pandeglang, Jumat (21/9/2018).

Laskar Ujung Kulon menurut Kepala Balai TNUK, U Mamat Rahmat, adalah upaya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap badak Jawa dan kelestarian TNUK.

“Laskar Ujung Kulon adalah salah satu bentuk kecintaan generasi muda terutama pelajar tingkat SMP di Kecamatan Sumur, Cimanggu dan Cibaliung terhadap badak Jawa,” ujar Mamat dalam sambutannya.

dprd tangsel

Ia melanjutkan, para kader muda ini dibekali pengetahuan konservasi dan upaya-upayanya yang langsung dimentori oleh pendamping nasional. Upaya pelestarian alam di TNUK merupakan tanggungjawab bersama termasuk masyarakat dan pemuda yang ada di wilayah sekitar kawasan.

“Kelestarian alam di TNUK harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, kecintaan terhadap Ujung Kulon ini juga harus milik masyarakat,” jelasnya.

BTNUK melalui Laskar Ujung Kulon berharap bisa menyampaikan pesan-pesan konservasi secara luas terutama kepada kaum milenial, sehingga kepedulian masyarakat bisa terpupuk sejak dini.

Sementara itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita, berharap masyarakat berperan aktif dalam upaya konservasi badak Jawa dan ekosistemnya di TNUK. “Mereka bisa menjaga dan merawat alamnya yang ada di sini, khususnya yang menjadi kawasan konservasi, jadi mereka juga merasa dilibatkan, dan mereka juga bisa menyampaikan kepada yang lain,” tuturnya. (*/Yosep)

[socialpoll id=”2513964″]

Honda