Hore, Taman Nasional Ujung Kulon Resmi Dibuka Kembali

PANDEGLANG – Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh disetiap tanggal 10 Agustus, Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan sektor pariwisata berbasis ekosistem dan konservasi yang ada di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten pun secara resmi telah dibuka kembali.

Hal itu diketahui berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Nomor : SE.16/T.12/TU/P3/08/2020 tertanggal 10 Agustus 2020 tentang kunjungan di Taman Nasional Ujung Kulon pada masa pandemi covid-19 (New Normal).

Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK), Andri Firmansyah pun membenarkan prihal itu. Menurutnya, hal itu merujuk pada Surat Keputusan (SK) Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisten (KSDAE) Nomor : 164/KSDAE/PJLHK/KSA.3/8/2020 tentang reaktivasi tahap II kawasan Taman Nasional.

“Iya wisata Taman Nasional Ujung Kulon udah dibuka lagi perhari ini (10 Agustus),” ucapnya, Senin (10/8/2020) sore.

Kartini dprd serang

Meski begitu, ia pun menegaskan kepada para pelaku usaha wisata dan wisatawan yang akan berkunjung ke Taman Nasional untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan selama masa pandemi covid-19. Sehingga tidak terjadi penyebaran covid-19 di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

“Diharapkan kerjasamanya terkait penerapan protokol covid-19, agar menjadi prioritas utama dalam membawa para wisatawan ke TNUK,” ujarnya.

Untuk itu, Andri pun menyampaikan, jika pihaknya akan terus melakukan pemantauan serta evaluasi disetiap minggunya. Hal itu dimaksudkan sebagai bahan keputusan yang akan diambil terkait kelanjutan pembukaan Taman Nasional Ujung Kulon jika nanti ditemukan kasus penularan covid-19.

Selain itu, lanjut Andri, pihaknya meminta kepada siapapun yang berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk senantiasa menjaga kebersihan dan mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan di kawasan Taman Nasional. Agar kedepan nilai-nilai konservasi dan keindahan yang ada bisa terus terjaga.

“Kita akan pantau terus, untuk kunjungan menurut SOP kan dibatasi hanya 50 persen untuk kunjungannya,” ungkapnya. (*/YS)

Polda