Ini Cerita Wisatawan yang Berlibur ke Pulau Peucang Sehari Setelah Gempa Pandeglang 

 

PANDEGLANG – Meski sempat terjadi gempa magnitudo 6,6 pada Jumat 14 Januari 2022 lalu yang berpusat di Perairan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Hal itu tak membuat puluhan wisatawan dari berbagai daerah dari luar Banten mengurungkan niatnya untuk berlibur ke Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.

Seperti yang disampaikan salah seorang wisatawan asal Bekasi, bernama Lia.

Meski dirinya mengaku sempat ragu untuk berangkat berlibur mengingat lokasi yang akan dituju berdekatan dengan pusat gempa.

Namun, informasi dari BMKG membuatnya yakin bahwa tidak akan terjadi hal buruk.

“Sempet ragu sih untuk pergi (karena gempa), awalnya takut sih pasti ya apalagi pusat gempa di Sumur, tapi setelah ada info BMKG bahwa tidak berpotensi tsunami, yaudah akhirnya aku pergi (ke Pulau Peucang), so far yakin aja sih aman,” kata Lia, Minggu, 16 Januari 2022.

Berangkat dari Pantai Daplangu, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten dengan menggunakan perahu nelayan pada Sabtu 15 Januari 2022 pagi kemarin.

Lia beserta para rombongan wisatawan lain berencana akan menghabiskan waktu liburannya selama 2 hari di Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon hingga Minggu 16 Januari 2022 sore.

Ia mengaku, jika keputusannya untuk tetap berlibur bukan sebuah keputusan yang salah.

Pasalnya, kondisi cuaca dan keindahan alam yang ada di Pulau Peucang membuatnya menjadi terkesan.

Kadin

“Liburan ke Ujung Kulon setelah gempa itu keren banget, suasana malah tambah keren. Bismillah aja, inshaallah aman kok,” ungkapnya.

Hal senada turut disampaikan wisatawan lain asal Bekasi, Penny.

Menurutnya, liburan ke Pulau Peucang Taman Nasional Ujung Kulon setelah terjadinya gempa justru memberikan rasa adrenalin yang berbeda.

Sehingga, ada tingkat kepuasan tersendiri seusai menjalani berbagai aktivitas di tempat liburannya kali ini.

“Adrenalinnya sih beda ya, lebih gimana gitu. Tapi kita sendiri yakin aja aman. Acuannya tetap ke informasi yang diberikan BMKG, kita juga pastinya selalu update,” ucap Penny.

“Kita sih nikmati banget deh liburannya. Tempatnya bagus, cuaca bagus, pemandangan oke, malah jadi nambah lebih bagus aja sih kayaknya, overall puas aja,” imbuhnya.

Owner Tour Operator dari CV Ujungkulon Adventure, Deden Andriyana mengaku pihaknya sempat mendapat pembatalan dari sejumlah wisatawan yang akan berlibur ke Pulau Peucang pasca terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 6,6 pada hari Jumat (14/1/2022) lalu.

“Kita ada peserta yang berangkat itu 47 orang. Ada yang batal karena gempa kemarin itu sekitar 20 orang lah. Tapi yang lain sih aman aja, apalagi sudah ada peringatan kalau tidak berpotensi tsunami dari BMKG,” kata Deden.

Diakui, dirinya tetap menyerahkan segala keputusan kepada masing-masing wisatawan untuk tetap berangkat atau pun tidak.

Tapi bagaimana pun, dirinya akan selalu mengutamakan keselamatan wisatawan.

“Gimana mereka sih jadi atau engganya. Tapi malah dari wisatawannya sendiri yang meyakinkan bahwa ini aman kok engga apa-apa, ya kalau mereka bilang gitu, kita mah ikut aja,” tandasnya. (*/YS)

Bank banten