Ini Evakuasi dan Hasil Pemeriksaan Mayat di Talaga Cisata Oleh Polres Pandeglang

PANDEGLANG – Setelah susah payah dan berhasil mengevakuasi Jenazah korban tenggelam di Bendungan Talaga Cisata Menes, Tim Inafis Polres Pandeglang langsung visum mayat di Puskesmas Menes, Sabtu, (11/9/2021).

Sebelumnya dikabarkan, penemuan sosok mayat tanpa identitas sekitar pukul 07.00 Wib. Di Bendungan Talaga Sungai Cisata Kampung Nanggerang Desa Ramaya Menes.

Setelah menerima laporan dari Polsek Menes, Tim Inafis Polres Pandeglang langsung meluncur ke lokasi penemuan mayat. Namun setibanya di lokasi, karena medan yang cukup curam, evakuasi mayat sedikit terhambat.

“Pada saat evakuasi, kita menemukan kendala. Kendalanya itu medan yang sangat curam, ditambah kondisi mayat yang berada bantaran sungai (Cisata-Red), dengan arus yang lumayan, ditambah kedalam sungainya juga lumayan dalam, jadi tadi proses evakuasi sekitar 2 jam,” kata Brigadir Bayu, Baur Identifikasi Sat Reskrim Polres Pandeglang.

Lanjut Bayu mengatakan, setelah berhasil di evakuasi, mayat langsung dibawa ke Puskesmas Menes. Dari hasil pemeriksaan visum luar bersama Dokter Adi, Diperkirakan jenazah yang telah mengeluarkan bau tak sedap tersebut meninggal 2 hari yang lalu. Dan Karena letaknya di air, maka pengembangan atau dekomposisi jenazah lebih cepat dibandingkan di darat.

“Ditemukan beberapa luka lecet pada wajah korban, diduga terbentur bebatuan yang ada disekitar TKP. Karena lokasinya berada di sungai yang berbatu,” ucapnya.

Terakhir Bayu menambahkan, karena ada permintaan dari keluarga untuk tidak di otopsi, maka kita hanya melakukan visum luar. Dan untuk dugaan kematian sementara, korba meninggal karena drowning atau tenggelam, dan paru-paru terisi air. Sehingga mengakibatkan Asfiksia atau kondisi oksigen dalam tubuh berkurang.

“Tapi pihak kelurga, menolak dan menerima itu semuanya sebagai musibah,” ungkapnya.

Masih dil okasi yang sama, Maya (60) yang mengaku sebagai bapak dari korban tenggelam Haerudin (25), mengutarakan bahwa kondisi putranya memang sedikit terganggu. Bahkan putranya telah beberapa kali berniat untuk mengakhiri hidupnya.

“Memang karena kurang sehat orangnya. sudah lama. Bahkan sempat mau bunuh diri. Padahal telah saya bawa berobat, dan kondisinya sudah mau sembuh,” katanya.

Lanjut Maya menjelaskan, ketika sedang bekerja di Kota Pandeglang, mendengar kabar dari Kampung, kalau ada maya yang ditemukan di Talaga Sungai Cisata. Dan dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan, mirip dengan anaknya.

Dan ketika tiba di Bendungan Talaga, pakaian yang dikenakan korban mirip seperti yang pernah saya belikan.

“Kayanya iya, dilihat dari bajunya, celananya, terus sendalnya itu saya yang belikan,” ungkapnya. (*/Fani)

Demokrat
Royal Juli