Walikota Serang Tegaskan Tak Ada Titip-Menitip dalam SPMB, Kepala Sekolah yang Melanggar Terancam Dipecat
SERANG – Walikota Serang, Budi Rustandi, menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan secara adil, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip.
Budi menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah maupun pihak lain yang terbukti melakukan pelanggaran dalam proses penerimaan peserta didik baru.
“Kalau ada kepala sekolah yang tidak komitmen, saya pastikan akan saya beri sanksi seberat-beratnya. Bahkan bisa sampai pemecatan, karena ada aturan yang mengatur itu,” ungkap Budi. Usai penandatangan komitmen SPMB, di pemkot Serang, Senin (15/6/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pendidikan di Kota Serang telah diingatkan untuk menjaga integritas dan tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik yang mencederai prinsip keadilan dalam SPMB.
Menurutnya, segala bentuk intervensi, baik dari oknum organisasi masyarakat, pejabat, maupun pihak lain yang mencoba menitipkan calon siswa atau melakukan tekanan kepada sekolah, tidak boleh dilayani.
“Saya tegaskan, siapa pun itu, baik oknum ormas, pejabat, atau pihak lain yang menitip atau bahkan mengancam akan berdemo, tidak usah takut. Jangan dilaksanakan kalau itu tidak benar, karena kita harus adil kepada semuanya,” ujarnya.
Budi mengatakan, Pemerintah Kota Serang akan melakukan pengawasan secara ketat selama proses SPMB berlangsung. Pengawasan tersebut akan melibatkan Dinas Pendidikan serta jajaran terkait lainnya.
“Antisipasinya akan diawasi oleh kami. Kadis Pendidikan juga akan mengawasi terus. Saya sendiri akan turun langsung memastikan tidak ada praktik titipan,” katanya.
Selain itu, Pemkot Serang juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait guna memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan.
Budi mengungkapkan, komitmen bersama yang telah dibangun antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pemangku kepentingan, dan penyelenggara pendidikan diharapkan mampu mewujudkan proses penerimaan murid baru yang bersih dan akuntabel.
“Alhamdulillah, komitmen bersama terkait SPMB sudah berjalan dengan baik. Mudah-mudahan bisa terus berjalan lancar dan sukses karena ini merupakan penerimaan murid baru di awal tahun ajaran,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar seluruh pihak menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan SPMB.
“Yang harus digarisbawahi adalah proses ini harus berkeadilan, akuntabel, dan transparan. Tidak boleh ada titip-titipan,” pungkasnya.***

