Wisata Anyer

Mengenal Bank Sampah Jaya Makmur Pandeglang, Bukti Kepedulian Terhadap Lingkungan

 

PANDEGLANG – Warga Kampung Cigadung Perumahan Ambuleit, Kelurahan Cigadung Pandeglang, sejak tujuh tahun lalu mengumpulkan sampah rumah tangganya, baik organik maupun an organik di bank sampah Jaya Makmur.

Bank sampah Jaya Makmur merupakan upaya warga yang tinggal di Perumahan Ambuleit, untuk menjaga lingkungan bersih, sehat, dan menghindari genangan air di area pemukiman ketika hujan.

Bank sampah adalah suatu tempat untuk mengumpulkan sampah yang telah dipilah-pilah, dan petugas sukarelawan bank sampah bertugas menghitung nilai ekonomisnya dengan cara menimbang.

Uang hasil menimbang sampah ini, akan dihitung dan dijumlahkan setiap kali warga menyetor ke bank sampah, proses tersebut seperti menabung dengan sistem perbankan.

Dan manfaat bank sampah selain dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sampah, juga untuk mengurangi volume sampah yang terkumpul di Tempat Pembuan Sampah Akhir (TPA).

Ketua Umum Bank Sampah Jaya Makmur, Rd. Aan Karnahadi menceritakan awal dibentuknya bank sampah pada tahun 2014, karena ada penawaran dari Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang.

“Awalnya ada program dari Pemerintah, Katanya waktu itu, mau membuat seribu Bank sampah,” ungkapnya, Kamis, (23/12/2021).

lanjut Ia mengatakan, ditambah kondisi masyarakat yang prihatin dengan sampah plastik (an organik) yang menumpuk dan membuat mampet selokan ketika hujan turun.

“Jadi jangan sampai ada sampah plastik model gelas, model botol plastik, jangan sampai ke selokan, yang membuat banjir ketika hujan turun,” ucapnya.

Kemudian setelah dilakukan musyawarah, dirinya bersama masyarakat yang lain sepakat untuk membuat bank sampah, dan tempat penimbangannya dilakukan di Posyandu.

“Sebelum di lokasi sekarang ini, dulunya kita menimbang sampah itu di Posyandu,” katanya.

Dan sampai sekarang, bank sampah Jaya makmur telah memiliki 321 Nasabah yang tersebar di 2 Rukun Tetangga (RT), dan telah mampu memilah 32 jenis sampah yang memiliki nilai ekonomis.

“Sebenarnya sampah itu ada nilainya, seperti botol kecap, beling, plastik hitam yang asoy, kaleng, kertas, tulang sapi. Contohnya plastik asoy hitam, kita timbang sekilonya Rp150,” kata Aan.

Terakhir dirinya mengajak kepada masyarakat luas, untuk memulai memilah sampah, dan membuat bank sampah demi menjaga lingkungan bebas dari sampah.

“Kami dari bank sampah jaya makmur siap memberikan pelatihan, apabila ada warga lain yang ingin belajar membuat bank sampah, dan memilah sampah” tutupnya. (*/Fani)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien