Mitigasi Megathrust, Boedak Saung dan PGRI Pandeglang Luncurkan Program SPAB
PANDEGLANG – Perkumpulan Boedak Saung dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang resmi menjalin kerja sama untuk menerapkan edukasi dan mitigasi bencana di lingkungan sekolah melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kolaborasi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Bukit Si Nyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Selasa (16/6/2026).
Secara teknis, program ini akan dijalankan oleh badan khusus masing-masing organisasi, yaitu Boedak Saung Rescue (BSR) dan Solidaritas Guru Tanggap Bencana (SIGAP) PGRI.
Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung, Mardiana Tirtalaksana, menyampaikan bahwa kerja sama ini lahir dari kesamaan pandangan dalam melihat pentingnya antisipasi dini terhadap potensi bencana.
Terlebih, secara geografis wilayah Pandeglang sering dijuluki sebagai “supermarket bencana”.
“Pandeglang adalah supermarket bencana, belum lagi isu megathrust yang terus membayangi. Kondisi ini membuat edukasi di tingkat pendidikan menjadi sangat krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi,” ujar pria yang akrab disapa Ryan tersebut.
Menurut Ryan, sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan pemahaman kebencanaan.
Guru dan siswa dinilai dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam menyebarkan informasi mitigasi ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Senada dengan hal itu, Ketua SIGAP PGRI Pandeglang, Jaja Sunarja, menyambut baik kolaborasi ini.
Ia menjelaskan bahwa SIGAP memang berfokus pada penguatan kepedulian guru di bidang kebencanaan dan kemanusiaan.
“Kami menyambut baik ajakan kolaborasi ini karena di internal SIGAP sendiri terdapat bidang khusus yang menangani kebencanaan, kemitraan, dan relawan,” ungkap Jaja.
Langkah taktis kedua organisasi ini mendapat apresiasi positif dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Sutoto.
Ia menyebut kerja sama ini sangat sejalan dengan regulasi pusat terkait keselamatan di lingkungan sekolah.
“Langkah ini sejalan dengan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program SPAB. Ditambah lagi, baru saja terbit Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang salah satu poin utamanya mengatur aspek mitigasi bencana,” jelas Sutoto.
Berdasarkan dokumen MoU, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru, tenaga kependidikan, serta siswa dalam pengurangan risiko bencana.
Selain itu, program ini diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam budaya sekolah, guna mewujudkan Kabupaten Pandeglang sebagai daerah yang tangguh bencana.
Prosesi penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan langsung oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Pandeglang Muklis Arifin, serta Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadihardja.***

