Wisata Anyer

Pendorongan Kloter 21 dari Madinah Lancar, Kasektor 1: Jemaah Bawa Onta Sampai 10 Ekor

 

MADINAH – Pendorongan jemaah haji kloter 21 Sub dari Madinah ke Bandara berjalan lancar Minggu (15/6/2026) malam.

Sektor 1 berhasil memberangkatkan 444 jemaah, meski sempat berebut lift dengan jemaah India dan Pakistan.

Kepala Sektor 1 Ramlan menjelaskan, kendala utama terjadi saat penurunan jemaah dari hotel, seperti lift yang hanya 3 sementara, jemaah yang harus diturunkan kurang lebih sekitar 900.

“Kita 444 jemaah dan India 450. Jadi hampir 1.000 jemaah dan lift nya itu hanya 3,” kata Ramlan.

Meski sempat padat, Ramlan memastikan secara umum pelaksanaan pendorongan sesuai harapan. Tidak ada kendala berarti di lapangan.

“Jemaahnya pada menurut semua diarahkan sesuai dengan rombongannya,” ujarnya.

Untuk teknis pemberangkatan, jemaah dikondisikan 2 jam sebelum jadwal. Koper kabin wajib sudah tersusun rapi di lobi hotel.

Satu jam sebelum pendorongan, seluruh jemaah diinformasikan meninggalkan kamar dan turun ke bis sesuai rombongan masing-masing.

“Dan mengarah ke bis sesuai dengan rombongan masing-masing,” jelasnya.

Ditanya soal dinamika di lapangan, Ramlan menyebut tidak ada hal unik yang menonjol. Tapi ada satu pemandangan yang jadi perhatian petugas, terdapat jemaah membawa kalung onta dalam jumlah besar.

“Tapi memang serba-serbi haji itu tetap ada. Yang unik itu jemaah itu membawa onta itu lebih dari yang biasanya. Seharusnya paling bawa 2 atau 3 ini bawa 8 atau 10. Dan itu dikalungkan. Itu kan menjadi pemandangan kita yang luar biasa,” tuturnya sambil tersenyum.

Kalung onta memang jadi oleh-oleh khas Madinah. Namun jumlah 8-10 kalung per jemaah dinilai jarang terjadi tahun ini.

Ramlan menitipkan pesan ke jemaah kloter berikutnya agar disiplin waktu. Sebab sistem pendorongan Madinah-bandara berbeda dengan sistem lain.

“Ya himbauan kepada jemaah untuk pelatih-pelatih berikutnya supaya tetap mematuhi jadwal untuk pemberangkatan dan pendorongan supaya tidak ada keterlambatan sampai di bandara,” kata dia.

“Karena kita sifatnya nih kalau pendorongan dari Madinah ke bandara itu kita yang harus menunggu pesawat bukan pesawat yang menunggu kita,” tutupnya.

Dengan kelancaran ini, Sektor 1 berharap seluruh kloter berikutnya juga dapat berangkat tepat waktu tanpa hambatan berarti hingga tiba di Tanah Air. (*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien