Pendekar Nusantara Peduli Gotong Royong Bangun Musholla di Cikujang Pandeglang

Gerindra Nizar

PANDEGLANG  – Setelah membuka posko bersama membantu korban tsunami Selat Sunda di Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Pendekar Nusantara Peduli bersama dengan lintas lembaga, organisasi dan perguruan kembali melaksanakan aksi peduli dengan membangun musholla yang telah hancur diterjang tsunami di wilayah Kampung Batu Hideung, Desa Cikujang, Kabupaten Pandeglang.

Pendekar Nusantara Peduli menggandeng forum Lintas Jageu Pusakeu Banten, Federasi Pencak Silat Tradisional Indonesia (FPSTI), Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi), Himpunan Peguron Persilatan Banten, Pasukan Perdamaian Pencak Silat Indonesia, Persahabatan Satria Suci, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi Peduli), Komunitas One Day One Juz (Odoj Peduli), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Sahabat Syifaurrohmah, Pemuda Pemudi Jambi Berbagi, MX Rider Banten, Rumah Kreasi Adenis, MPZ Yayasan Kami Peduli, serta didukung rekan media.

Dalam peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Minggu tanggal 20 Januari 2019, dirangkai dengan beragam kegiatan, yaitu penyerahan 110 bingkisan untuk anak sekolah, 200 bingkisan untuk masyarakat terkena bencana, Troumatic Healing Dongeng Ceria bersama Rumah Kreasi Adenis, pengumpulan infak/donasi pembangunan Musholla, makan bersama masyarakat dan Pentas Budaya Pencak Silat.

Fraksi serang

Jaka Surya ketua Forum Lintas Jageu Pusakeu mewakili pelaksana kegiatan menyampaikan rasa haru, bahagia dan bangga atas terlaksananya kegiatan Pendekar Nusantara Peduli Tsunami Selat Sunda baik sesi 1 membuka posko melayani pengungsi dan sesi 2 membangun musholla.

“Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut peduli dalam kegiatan ini, semoga Allah balas dengan limpahan kebaikan yang berlipat ganda,” ujarnya.

Ramadansyah, ketua Federasi Pencak Silat Tradisional Indonesia dalam sambutannya mengatakan bahwa pendekar, selain memiliki tugas untuk menjaga dan melestarikan budaya tentunya juga memiliki peran sosial masyarakat diantaranya adalah peduli terhadap sesama yang mendapatkan kesulitan dalam hal ini adalah musibah bencana tsunami yang menimpa masyarakat di Banten dan Lampung.

Fraksi

“Dorongan itulah yang menjadi pemicu gagasan Gerakan Pendekar Nusantara Peduli,” katanya.

Abah Gending Raspuzi perwakilan dari keluarga besar Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) merasa bangga dapat menjadi bagian dari Aksi Pendekar Nusantara Peduli Tsunami Selat Sunda ini. Menurutnya ini adalah aksi pertama para pendekar/pesilat yang dilakukan secara masif dan terkonsep dengan harapan apa yang dilakukan ini membawa manfaat bagi masyarakat tertimpa tsunami.

“Ucapan terima kasih disampaikan oleh Isman selaku salah satu tokoh masyatakat di desa Cikujang kepada keluarga besar Pendekar Nusantara Peduli yang telah peduli dan memperhatikan masyarakat kami. pembangunan musholla ini sangat diharapkan oleh masyatakat, bukan sekedar untuk ibadah saja, namun juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat,” ungkapnya.

Aden Sunandar, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten dan juga Ketua Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Banten selaku bendahara Pendekar Nusantara Peduli melaporkan hasil pengumpulan infaq/donasi sampai dengan 20 Januari 2019 sebesar Rp. 81.500.000, ada pun biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan musholla sebesar 150 juta. Aden mengajak masyarakat untuk ikut infaq/donasi pembangunan musholla.

“Informasinya dapat menghubungi di 0817569990. Musholla dibangun di atas tanah wakaf keluarga Ibu Hj. Sanah,” imbuhnya.

“Keluarga besar pendekar nusantara dalam kegiatan ini juga menghibur masyarakat dengan menampilkan beragam penampilan diantaranya adalah Penampilan para pendekar muda dari Padepokan Manderaga dan Pusaka Medal,” tandasnya. (*/Ilung)

Gerindra kuswandi