Toilet Gedung Setda Pandeglang, Tidak Terawat Sebarkan Bau Tak Sedap

Gerindra Nizar

PANDEGLANG – Baru satu tahun diresmikan gedung Sekretaris Daerah (Setda) Pandeglang sudah mulai dikeluhkan oleh para pegawai. Pasalnya, toilet yang biasa digunakan oleh para staf sudah menimbulkan bau yang tidak sedap. Padahal anggaran yang dihabiskan dalam pembuatan gedung tersebut sebesar Rp18,5 miliar.

Salah seorang pegawai yang enggan menyebutkan namanya mengaku mengeluhakan toilet yang berbau tidak sedap ditambah lagi air dalam gedung tersebut sangat minim.

“Selain kamar mandi yang rusak. Gedung Setda ini juga banyak permasalan yang timbul, salah satunya beberapa plafon yang ada diruangan ambruk dan belum adanya perbaikan,” ungkap sumber saat ditemui di gedung Setda Pandeglang, Selasa (31/1).

Fraksi serang

Kepala DPUPR Pandeglang, Anwari Husnira mengatakan masa pemeliharaan yang dilakukan pihak pengusaha terhadap gedung Setda tersebut telah habis, namun pihaknya akan berusaha bersama pihak pengusaha untuk segera melakukan perbaikan terhadap kamar mandi dan palfon yang rusak tersebut.

Fraksi

“Sebetulnya pemeliharaan gedung Setda itu sudah habis karena sudah lewat enam bulan, namun kami akan bareng-bareng bersama pihak ketiga untuk segera memperbaikinya,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Pandeglang, Anton Haerul Samsi mendesak dinas terkait dan pihak pengusaha untuk segera melakukan perbaikan terhadap kamar mandi dan plafon yang rusak tersebut.

“Saya minta fasilitas yang rusak itu segera diperbaiki karena sudah sangat mengganggu terhadap kenyamanan para pegawai dan pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Anton menyayangkan kualitas pembangunan gedung Setda tersebut, sehingga pihaknya meminta kepada semua SKPD untuk melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan agar pembangunan bisa berkualitas dan teruji kekuatannya.

“Kan aneh, masa fasilitas gedung baru yang megah itu sudah rusak, sehingga pada saat pelaksanaan pembangunan kurangnya pengawasan dan penelitian dari pihak konsultan dan PPK,” tandasnya. (*)

Gerindra kuswandi