Jembatan Rusak, Siswa di Lebak Gantian Naik Rakit Agar Bisa Sekolah

Lazisku

LEBAK – Sejumlah pelajar dan masyarakat Kampung Lembur Sawah, Desa Sajira, Kecamatan Sajira, harus menyebrangi sungai menyusul rusaknya jembatan gantung yang melintasi sungai Ciberang. Mereka harus melawan derasnya arus sungai sambil menenteng sepatu dan tas agar tak basah.

“Banyak siswa-siswi yang menyeberang saat berangkat maupun pulang sekolah. Mereka melepas sepatunya karena takut basah,” ujar Haerudin, warga Kampung Lembur Sawah. Kamis (18/7/2019).

Ia pun menjelaskan, jika pengerjaan perbaikan jembatan tersebut baru dilaksanakan selama 3 hari.

Ks
Kpu

“Pengerjaan perbaikan jembatan ini diperkirakan selesai dalam waktu satu minggu,” ucapnya.

Sementara itu, Ahmad siswa kelas V SDN 3 Sajira, mengaku Sudah 4 hari menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit. Kondisi tersebut membuatnya takut tercebur ke sungai. Apalagi, tidak ada pengamanan sama sekali, seperti pelampung atau peralatan lainnya.

“Sejak masuk sekolah, saya dan anak-anak di Lembur Sawah harus menyeberangi Sungai Ciberang untuk bisa sampai ke sekolah yang ada di Desa Sajira,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, puluhan siswa SD Negeri 3 Sajira yang berasal dari Kampung Lembur Sawah berangkat maupun pulang dari sekolah mereka tidak bisa melintasi jembatan yang sedang diperbaiki pemerintah desa tersebut. Untuk itu, para siswa turun ke bantaran sungai. Di sana dua orang warga telah siap menyeberangkan anak-anak ke seberang sungai dengan menggunakan rakit bambu yang biasa digunakan untuk mengambil pasir. (*/)

DPRD Banten LH
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien