Wisata Anyer

1.500 KK Mengungsi dan 5 Orang Meninggal, Pemkot Serang Berlakukan Status Darurat Bencana Selama 5 Hari

 

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatat sebanyak 1.500 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi dan 5 orang meninggal dunia akibat banjir yang melanda sejumlah daerah di Kota Serang pada Selasa (1/3/2022).

“Sementara ada 1.500 KK yang mengungsi, itu pun masih bisa bertambah. Dan 5 korban meninggal, diantaranya 3 anak hanyut, 1 orang dewasa kesetrum dan 1 orang terkena longsoran,” kata Walikota Serang, Syafrudin kepada awak media, Selasa (1/3/2022) sore.

Syafrudin pun mengaku, bahwa banjir yang terjadi saat ini merupakan banjir terparah dibandingkan sebelumnya. Sehingga pihaknya pun langsung menetapkan Kota Serang dengan status tanggap darurat bencana selama 5 hari ke depan.

“Sebelumnya belum pernah terjadi banjir seperti ini. Biasanya paling 60 centimeter, sekarang malah sampai 5 meter. Tadi saya mengundang semua pihak, termasuk OPD dan Camat untuk menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 1 sampai 5 Maret ini,” ungkapnya.

Untuk itu, ia pun meminta kepada semua warga terdampak untuk tidak kembali ke rumah khawatir terjadinya banjir susulan. Pasalnya, hingga saat ini intensitas curah hujan di Kota Serang masih tinggi.

“Saya harap kepada warga untuk tidak pulang dulu ke rumah. Memang ada 20 persen warga yang sudah pulang, dan 80 persen masih mengungsi. Cuacanya masih buruk, khawatir terjadi banjir lagi,” tandasnya.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Serang sejak Senin (28/2/2022) malam hingga Selasa (1/3/2022) pagi membuat 4 kecamatan di Kota Serang terendam banjir. (*/YS)

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien