29 Mahasiswa STIA Maulana Jusuf Banten Ikuti KKM di Serang Selama Satu Bulan

Sankyu Indocement irt

 

LEBAK – Sebanyak 29 mahasiswa dari STIA Maulana Jusuf Banten akan melaksanakan kuliah kerja mahasiswa (KKM) selama satu bulan terhitung sejak 1 – 31 Agustus 2022 mendatang di Desa Sambilawang, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang.

Salah seorang mahasiswa yang melaksanakan KKM, Suwarsito mengatakan, jika saat ini ia bersama rekannya yang lain tengah mengemban tugas untuk melakukan pengabdian ke lingkungan masyarakat guna menerapkan ilmu yang didapat selama duduk di bangku perkuliahan.

Ks indorama

“Tentu kita berharap bisa menerapkan ilmu yang kita dapat di lapangan. Karena sebagai mahasiswa tentu kami harus punya reputasi baik di masyarakat, yang memiliki ilmu dan mampu mengamalkannya,” kata Suwarsito, Rabu (3/8/2022).

Ia mengaku, jika ia bersama rekan-rekannya telah jauh-jauh menyusun sejumlah program terkoordinasi dengan pemerintah desa setempat sehingga diharapkan bisa sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Perkim

“Kita sudah koordinasi dengan pemdes, dan ada banyak program yang akan kita impelementasikan terutama di Kampung Dangdor. Dan kita juga akan libatkan Basarnas Banten untuk memberikan edukasi soal bagaimana melakukan evakuasi kebencanaan secara mandiri,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Suwarsito, jika dirinya berharap bahwa masing-masing peserta dari berbagai jurusan yang ada di kelompoknya dapat mengimplementasikan untuk memenej dan mengembangkan potensi yang ada di desa dengan kemampuan masing-masing.

“Banyak potensi yang bisa dikembangkan di sini (Desa Sambilawang) pastinya, baik itu potensi alam, potensi sosial masyarakat hingga potensi spiritual. Dan kita ingin bisa berperan dalam mendorong potensi itu bagi kemajuan perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Disamping itu, Suwarsito menegaskan, jika kegiataan KKM bisa menjadikan ia dan rekan-rekan yang lain sebagai seorang calon sarjana yang mampu menghayati setiap permasalahan di lingkungan masyarakat dan mampu memberikan solusi secara pragmatis.

“Yah tentu, saya berharap ini bukan hanya dijadikan sebagai salah satu syarat mendapat gelar sarjana kelak. Tapi memberikan pengalaman dan pemahaman yang bisa turut berperan dalam memecahkan setiap masalah yang ada di lingkungan kita masing-masing di kemudian hari,” tandasnya. (*/YS)

Demokrat
Dinas