Pandeglang Gerindra HUT

Banjir Carenang Sebabkan Gagal Panen, Petani Mekarsari Rugi Jutaan Rupiah

Saiful Basri HPN

 

SERANG – Banjir yang melanda Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, berdampak serius terhadap sektor pertanian. Salah satu petani terdampak, Bastariyah (52), warga Kampung Selawe, Desa Mekarsari, mengaku mengalami gagal panen setelah lahan persawahannya terendam banjir.

Bastariyah menyebutkan, dari sejumlah wilayah yang terdampak banjir, sawah miliknya menjadi salah satu yang paling parah. Sedikitnya lima petak sawah terendam air bercampur lumpur dan sampah, sehingga padi yang siap panen rusak.

Padahal, padi tersebut rencananya akan dipanen pada bulan Ruwah atau menjelang bulan suci Ramadan. Dalam kondisi normal, Bastariyah biasanya mampu menghasilkan lebih dari satu ton padi dalam sekali panen.

“Pokoknya banyak, tapi saya enggak tahu persis berapa hektar. Sawah di belakang itu punya saya semua, sekarang penuh sampah akibat banjir,” ujar Bastariyah kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Ia mengungkapkan, untuk satu musim tanam, dirinya telah mengeluarkan modal sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta. Dengan gagal panen ini, kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai jutaan rupiah.

“Kalau panen biasanya dapat sekitar satu setengah ton. Modalnya sekitar empat sampai lima juta,” tambahnya.

Meski mengalami kerugian materi yang tidak sedikit, Bastariyah mengaku lebih khawatir dengan tumpukan sampah sisa banjir yang hingga kini masih menumpuk di area persawahan dan belakang rumahnya.

Sampah tersebut dinilai menghambat aktivitas pertanian dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serta gangguan kesehatan.

“Sampah bekas banjir itu nyangkut di sini. Sampah dari mana-mana ngumpul ke sini. Saya mohon ke damkar atau pemerintah terkait supaya dibersihkan,” harapnya.

Menurutnya, tanpa bantuan pemerintah, warga kesulitan membersihkan sampah tersebut secara mandiri. Apalagi, sebagian besar anggota keluarganya adalah perempuan.

“Saya berharap sampah-sampah itu dibersihkan. Kalau enggak dibersihin, siapa lagi? Kita juga anak perempuan semua,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menangani dampak pascabanjir, khususnya pembersihan sampah dan pemulihan lahan pertanian, agar para petani di Desa Mekarsari dapat kembali mengolah sawah dan melanjutkan aktivitas pertanian mereka.***

Iklan GoR Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien