BPBD Banten Bantah Bangun Rumah Batuan untuk Korban Longsor di Anyer

Sekda

SERANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Sumawijaya, tidak mengetahui terkait proyek pembangunan rumah sementara (Rumtara) bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sindang Mandi Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, pada Agustus 2016 lalu.

Kepada Fakta Banten, Sumawijaya menjelaskan, jika pembangunan Rumtara di Kampung Garung tersebut tanpa sepengetahuan pihaknya.

Menurutnya, tugas BPBD Provinsi Banten di lokasi bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menghilangkan satu rumah dan mengikabatkan ratusan rumah lainnya rusak-rusak adalah hanya sebatas menyalurkan bantuan logistik, obat-obat dan rescue saja.

“Tugas kita hanya menyalurkan bantuan logistik dan evakuasi saja, selebihnya kami serahkan ke BPBD Kabupaten Serang,” ungkap Sumawijaya ditemui di kantornya, Kamis (26/1).

Pcm

Kalaupun ada bantuan berupa pembangunan fisik, menurut Sumawijaya pasti bukan dilakukan oleh BPBD.

“Jika ada bantuan pembangunan fisik, pagu anggarannya pasti ada di SDAP (Sumber Daya Air dan Pemukiman – red) kami gak ada anggaran untuk itu,” imbuhnya.

Sementara itu hasil pantauan Fakta Banten di lokasi terdampak bencana di Kampung Garung Anyer, sejak September 2016 lalu telah berdiri 33 unit rumah deret termasuk 1 Mushola yang seharusnya difungsikan untuk menampung puluhan KK korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir Juli 2016 lalu.

Namun hingga saat ini 5 bulan berlalu, bangunan di atas lahan 2000 meterpersegi tersebut masih mangkrak dan tidak juga kunjung ditempati oleh warga. (*)

Lebak