Di Balik Batalnya Demo Universitas Bestari: Mahasiswa Gaib, Lab Tak Ada, Hingga Dugaan Jual Beli Ijazah
SERANG-Aksi demonstrasi mahasiswa terhadap Universitas Bestari, di Kota Serang berakhir batal.
Ketua Aliansi Mahasiswa Universitas Bestari, Rendi, mengatakan, pihaknya awalnya memang melayangkan surat pemberitahuan aksi demo ke Polresta Serang Kota.
“Jadi yang melapor itu saya pribadi, tapi melibatkan mahasiswa karena kita punya aliansi. Saya melaporkan untuk melakukan aksi demo,” ujar Rendi, Sabtu (31/10/2026).
Setelah surat pemberitahuan aksi masuk, pihak kepolisian kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak kampus, mulai dari rektor, wakil rektor I, wakil rektor II, dan jajaran lainnya. Namun, tidak ada jawaban.
“Rektornya gak ada jawaban lah. Kita minta demo di hari Sabtu, gak ada jawaban, audiensi juga gak ada. Di hari Senin saya langsung ketemu sama rektornya di Jakarta. Makanya aksi gak jadi,” jelas Rendi.
Meski aksi batal, Rendi menegaskan aduannya tetap berjalan di Polresta Serang Kota.
Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian.
“Surat-suratnya sudah saya berikan, sudah saya tunjukkan juga ke Polrestanya. Saya sudah datang langsung ke Polresta Serang Kota,” tuturnya.
Rendi menyebut, statusnya saat ini masih sebatas aduan, belum naik menjadi laporan resmi.
“Kalau untuk laporan resminya sih belum, masih batas aduan lah. Ke Polresta Kota Serang,” katanya.
Rencana demo tersebut dilatarbelakangi kondisi kampus Universitas Bestari yang disebut sudah tutup, setelah di-audit sejak Juli 2025.
Mahasiswa menilai penutupan tersebut berkaitan dengan sejumlah temuan, mulai dari istilah mahasiswa gaib, tidak adanya laboratorium teknik, hingga tidak dilaporkannya data akademik seperti KRS dan KHS ke Dikti.
Hal itu diperkuat dengan audiensi bersama Kepala LLDIKTI pada 12 Oktober lalu.
“Mahasiswa gaib dibilangnya, terus dari rektor juga bilang ada salah satu dosen melaporkan perihal jual beli ijazah. Terus lab buat teknik gak ada. KRS, KHS itu tidak dikirimkan ke Dikti,” ungkap Rendi. (*/Ajo)

