Wisata Anyer

Dinkes Kabupaten Serang Siagakan 31 Puskesmas Hadapi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengatakan hingga Minggu (6/9/2026) belum ditemukan peningkatan kasus kesehatan yang luar biasa akibat paparan abu vulkanik.

Meski demikian, pihaknya tetap meminta seluruh jajaran kesehatan meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau, seperti Kecamatan Anyer dan Cinangka.

“Belum ada peningkatan kasus yang luar biasa. Tapi tetap kami siaga. Jadi Anyer dan Cinangka sudah kami siagakan,” ujar Efrizal.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan oleh dua puskesmas di wilayah terdampak, tetapi berlaku untuk seluruh 31 puskesmas di Kabupaten Serang.

Kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung Bupati Serang kepada Dinkes Kabupaten Serang sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Bukan hanya Cinangka-Anyer yang siaga, seluruh 31 puskesmas harus siaga,” katanya.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan, seluruh kepala puskesmas juga diminta tidak bepergian ke luar daerah selama kondisi erupsi masih berlangsung.

Kebijakan ini diterapkan agar jajaran kesehatan dapat bergerak cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

“Mulai hari ini, saya selaku Kadinas dapat instruksi dari Ibu, semua Kepala Puskesmas 31 di Kabupaten Serang tidak boleh keluar ke mana-mana,” tegasnya.

Efrizal menjelaskan, abu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah munculnya gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurutnya, abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena dapat mengandung berbagai material vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan apabila terhirup dalam jumlah tertentu dan dalam waktu yang cukup lama.

“Pertama kan gangguan ISPA—saluran pernapasan. Abu vulkanik ini kan tidak hanya mengandung seperti abu di lapangan biasa, karena ini dari vulkanik, banyak zat-zat yang kemungkinan besar bisa berpengaruh jauh lebih bahaya kalau tidak disiasati dengan baik,” jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan awal Dinkes Kabupaten Serang, belum ditemukan indikasi peningkatan kasus yang berkaitan langsung dengan paparan abu vulkanik.

Efrizal menyebut pihaknya telah mengambil sampel pelayanan kesehatan di salah satu wilayah.

Dari sekitar 20 pasien yang diperiksa, terdapat lima pasien, namun keluhannya masih tergolong penyakit yang biasa ditemukan.

“Artinya belum ada peningkatan, bukan karena dampak dari debu ini sementara,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan kondisi tersebut masih sangat dinamis. Apabila sebaran abu vulkanik berlangsung dalam waktu lama, potensi gangguan kesehatan masyarakat dapat meningkat.

“Ini kan baru hari ini. Kita lihat nanti ke depan, seminggu, dua minggu. Kalau debu terus, ini akan berdampak,” katanya.

Dinkes Kabupaten Serang juga menyiapkan dukungan masker bagi masyarakat yang membutuhkan. Efrizal telah menginstruksikan kepala puskesmas untuk memenuhi permintaan masyarakat terkait perlindungan pernapasan.

“Hari ini kami siagakan. Kalau nanti ada rencana pembagian, siap. Di lapangan sudah saya instruksikan ke Kepala Puskesmas, setiap permintaan masyarakat kita kasih,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi masuknya abu ke dalam rumah dengan menutup pintu, jendela, dan ventilasi apabila kondisi di luar sedang dipenuhi abu vulkanik.

“Yang paling baik untuk melindungi diri adalah pakai masker kalau harus beraktivitas di luar,” katanya.

Masyarakat juga diminta tetap memperhatikan kebersihan lingkungan dan memastikan debu vulkanik tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Dinkes Kabupaten Serang, lanjut Efrizal, akan terus memantau perkembangan dampak erupsi terhadap kesehatan masyarakat dan memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap siap memberikan pelayanan apabila terjadi peningkatan kasus.***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien