Wisata Anyer

FKIP Untirta Tutup SPOK 2026 dengan Gerakan Menanam 300 Pohon

SERANG — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menutup rangkaian kegiatan Seputar Pengenalan Organisasi Kemahasiswaan (SPOK) 2026 dengan gerakan menanam 300 pohon di lingkungan Kampus FKIP, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa baru sebagai bagian dari upaya FKIP Untirta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mewujudkan konsep green campus.

Sebanyak 300 pohon ditanam di sejumlah area Kampus FKIP. Dua jenis tanaman yang ditanam, yakni pohon albasiah dan jambu.

Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Untirta, Enggar Utari, mengatakan gerakan menanam pohon tersebut sejalan dengan visi FKIP untuk mewujudkan kampus yang hijau, teduh, dan ramah lingkungan.

“Kegiatan ini sesuai dengan visi kita yaitu green campus agar kelihatan warna hijaunya dulu, paling enggak bukan bangunannya, tapi hijau royoroyo, segar, teduh,” kata Enggar.

Menurutnya, kegiatan penghijauan tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini mengarah ke pelestarian lingkungan dan sekaligus meminta mahasiswa merawat dan bisa dijadikan sebagai tempat praktikum,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FKIP Untirta, Robby Zidny, mengajak mahasiswa untuk memaknai kegiatan menanam pohon sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

“Dengan cara menanam pohon, nanti pohon akan memberikan hasil kepada kita juga. Pohon ini akan diingat, menjadikan mereka awal pertama kali masuk ke sini sampai dengan tumbuh besar bahkan berbuah, berarti mencerminkan bagaimana mahasiswa bertumbuh di kampus hijau ini,” tutur Robby.

HUT PRAMUKA 2026

Ia berharap seluruh pohon yang ditanam dapat tumbuh subur sehingga lingkungan FKIP Untirta semakin hijau dan rindang.

“Harapannya semoga pohonnya bertumbuh subur, FKIP semakin hijau dan juga semakin rindang sehingga memberikan keberkahan bagi lingkungan sekitar,” harapnya.

Salah seorang mahasiswa baru, Said, menyambut positif gerakan penghijauan tersebut.

Menurutnya, keberadaan tanaman memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan sirkulasi udara.

“Tanaman merupakan jantung dunia. Saya harap semua mahasiswa bisa menjaga semua tanaman di sini karena bagaimanapun kita sebagai manusia perlu peka terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Said.

Senada dengan Said, mahasiswa baru lainnya, Dimas, berharap tanaman yang telah ditanam bersama dapat dirawat secara berkelanjutan oleh seluruh mahasiswa.

Ia menilai kepedulian mahasiswa terhadap tanaman menjadi bagian penting agar lingkungan Kampus FKIP Untirta semakin hijau, asri, dan nyaman untuk kegiatan belajar.

Gerakan menanam 300 pohon dalam penutupan SPOK 2026 FKIP Untirta tersebut sekaligus menjadi simbol awal perjalanan mahasiswa baru dalam mengenal lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga diajak membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak awal menjadi bagian dari keluarga besar FKIP Untirta.***

HUT Kota Serang DPMPTSP
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien