Imbas Banyak Warga Terpapar Covid-19, Perumahan di Kota Serang Berlakukan Lockdown Lokal

SERANG– Imbas terjadinya lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, membuat Perumahan Griya Permata Asri, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang memberlakukan lockdown lokal.
Terpantau, akses masuk ke beberapa blok terpampang tulisan bahwa lokasi tersebut sedang memberlakukan lockdown lokal. Seperti di akses masuk RW 005, tampak petugas keamanan lingkungan berjaga di akses masuk ke lingkungan tersebut.
Saat dikonfirmasi, warga Perumahan Griya Permata Asri, Suwendi mengatakan, jika penerapan pembatasan akses masuk lingkungan lantaran banyaknya warga setempat yang terpapar Covid-19. Sehingga sudah lebih dari seminggu di lokasi tersebut mulai memberlakukan lockdown lokal.
“Infonya banyak yang terpapar di Perumahan ini. Detailnya saya gak tau, tapi banyak banget. Infonya waktu itu ada total sekitar 60 orang,” ucapnya kepada awak media, Kamis (8/7/2021).
Menurutnya, pemberlakukan lockdown lokal dengan membatasi akses masuk perumahan dinilai sebagai langkah efektif. Sebab, memudahkan pantauan terhadap masyarakat luar yang akan berkunjung ke areal tersebut.
“Alhamdulillah dengan dilakukan lockdown lokal ini ada pengaruhnya, efektif. Jadi kita bisa menyeleksi orang-orang yang masuk ke tiap blok di perumahan ini,” ujarnya.
Hal senada turut disampaikan salah seorang petugas keamanan di Perumahan Griya Permata Asri, Sayuti. Menurutnya, hal itu bisa membuat para tamu yang datang ke perumahan untuk bisa lebih mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
Pasalnya, kata Sayuti, pihaknya tidak akan mengizinkan warga yang tidak menggunakan masker untuk masuk ke areal perumahan. Termasuk para kurir ekspedisi yang hendak mengantarkan paket ke warga setempat.
“Yah sekarang kalau untuk tamu gak pakai masker ya gak boleh masuk. Tamu yang datang bergerombol pun sudah gak ada semenjak di lockdown, paling ada yang datang sendiri, itu pun harus persetujuan warganya boleh masuk atau enggak. Yang datang kita periksa. Paket (kurir) gak bisa masuk, jadi disimpen di sini (pos jaga), nanti kita yang nganterin ke orangnya,” ungkap Sayuti. (*/YS)



