Kasus Campak Meningkat, Dinkes Kota Serang Gencarkan Imunisasi untuk Tekan Penularan
SERANG – Tren peningkatan kasus Campak tengah terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kota Serang.
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan setempat kembali menggalakkan program vaksinasi guna menekan laju penularan penyakit menular tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, menyampaikan bahwa campak merupakan penyakit infeksi yang sebenarnya dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi dasar lengkap sejak usia dini.
“Campak itu memang lagi meningkat, bukan hanya di Kota Serang saja. Saat ini ada program ORI (Outbreak Response Immunization) atau pemberian vaksinasi campak,” ujar Ahmad Hasanuddin, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, anak yang mendapatkan imunisasi secara lengkap akan memiliki kekebalan tubuh terhadap virus campak, sehingga risiko tertular maupun tingkat keparahan penyakit dapat ditekan.
Menanggapi informasi yang beredar terkait jumlah kasus campak di Kota Serang yang disebut mencapai ratusan kasus, pihaknya masih melakukan verifikasi data secara menyeluruh.
Namun demikian, ia mengakui adanya tren peningkatan kasus dalam beberapa waktu terakhir.
“Data pastinya masih kami kroscek. Tapi memang ada peningkatan, sehingga Puskesmas kembali aktif melakukan imunisasi campak,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kasus ini dipicu oleh karakter virus campak yang sangat mudah menular, terutama melalui udara.
Penyakit ini termasuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), bersama penyakit lain seperti polio, tetanus, hepatitis, dan difteri.
“Penularannya bisa melalui udara. Karena virusnya menyebar di udara, sangat mudah mengenai orang lain,” jelasnya.
Kelompok yang paling rentan terpapar adalah balita dan anak usia sekolah, terutama yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya peran imunisasi dalam melindungi anak dari risiko infeksi.
“Kalau imunisasinya lengkap sejak balita, insya Allah tidak kena. Kalaupun terpapar, tidak akan separah anak yang tidak diimunisasi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, meskipun terdapat kemungkinan teknis seperti gangguan penyimpanan vaksin, manfaat imunisasi tetap jauh lebih besar dibandingkan risiko tidak mendapatkan vaksin sama sekali.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Serang mengimbau para orang tua untuk aktif membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Posyandu maupun layanan imunisasi di sekolah.
“Kami imbau masyarakat untuk datang ke Posyandu atau mengikuti program imunisasi di sekolah. Itu penting untuk melindungi anak-anak kita,” pungkasnya.***


