KDKMP Lopang Siapkan Gerai Sembako hingga Klinik, UMKM Lokal Ikut Didorong

SERANG – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Lopang mulai memasuki tahap persiapan operasional.
Setelah manajer ditugaskan, koperasi tersebut kini menyiapkan sejumlah unit usaha, termasuk gerai sembako, supermarket, klinik hingga pergudangan.
Manajer KDKMP Lopang, Indynaya Rosana mengatakan, dirinya mendapat tugas untuk menangani administrasi sekaligus pengelolaan penjualan.
Sejumlah unit usaha yang disiapkan meliputi supermarket, klinik hingga pergudangan.
Menurut Indynaya, penempatan dirinya sebagai manajer KDKMP Lopang juga disesuaikan dengan domisili. Ia merupakan warga asli Kelurahan Lopang.
“Karena saya asli warga Lopang, jadi penempatannya sesuai domisili. Kalau memang koperasinya belum dibangun, mungkin bisa ditempatkan di tempat lain,” kata Indynaya, Selasa (6/10/2026).
Ia menyebut, dari 12 kelurahan yang berada di Kecamatan Serang, saat ini terdapat lima KDKMP yang telah dibangun sekaligus mendapat penugasan manajer.
Kelima KDKMP tersebut berada di Kelurahan Lopang, Unyur, Trondol, Kota Baru dan Serang.
Indynaya berharap keberadaan KDKMP Lopang nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Semoga KDKMP Lopang ini berjalan sesuai dengan manfaatnya, terutama bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, terutama dari UMKM-nya. Jadi kita bisa membantu dan mendorong UMKM setempat untuk lebih berinovasi dan lebih kreatif,” ujarnya.
Ia mengatakan, produk-produk UMKM di Kelurahan Lopang diharapkan tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat sekitar, tetapi juga dapat berkembang sehingga dikenal lebih luas.
Sementara itu, Ketua KDKMP Lopang, Nasrul Alawi mengatakan, persiapan operasional akan dikoordinasikan bersama manajer, termasuk kebutuhan barang untuk supermarket dan klinik.
“Kami sepenuhnya menyerahkan ke manajer karena manajer punya link komunikasi langsung dengan PT Agrinas yang akan mendrop barang-barang supermarket maupun klinik,” kata Nasrul.
Meski demikian, Nasrul mengaku belum mengetahui secara pasti kapan gerai sembako KDKMP Lopang mulai beroperasi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengiriman barang akan dilakukan secara bertahap pada akhir tahun.
Gerai sembako akan menjadi salah satu produk prioritas KDKMP Lopang. Selain itu, koperasi juga akan menyediakan makanan ringan serta produk UMKM milik anggota.
Nasrul mengatakan, anggota koperasi yang memiliki produk usaha akan diberikan kesempatan untuk memasarkan produknya melalui gerai KDKMP Lopang.
“Kalau ada anggota yang punya produk, kita tawarkan dulu ke anggota. Misalnya di sini ada yang punya frozen batagor, bakso ikan, tahu jeletot atau cemilan, nanti kita tawarkan untuk masuk ke koperasi. Kalau ada lebih, masyarakat umum juga bisa membeli,” ujarnya.
Saat ini, KDKMP Lopang telah memiliki lebih dari 120 anggota. Pengurus menetapkan simpanan pokok sebesar Rp20 ribu dan iuran wajib Rp5 ribu untuk setiap anggota.
Nasrul menyebut masih ada sebagian warga yang memilih menunggu hingga kegiatan usaha koperasi berjalan sebelum bergabung menjadi anggota.
Untuk mendukung operasional koperasi, nantinya akan disiapkan sekitar lima tenaga kerja. Mereka akan membantu manajer dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk sebagai pramuniaga dan kasir.
“Untuk tenaga kerja mungkin awalnya sekitar lima orang, ada pramuniaga, kasir dan sebagainya. Itu nanti untuk membantu manajer, dan gajinya ditanggung PT Agrinas,” katanya.
Nasrul menegaskan, pengurus KDKMP tetap akan melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap jalannya usaha. Namun, pengurus tidak mendapatkan gaji dari operasional koperasi.
Sementara pendapatan koperasi akan diperoleh dari kegiatan usaha dan sisa hasil usaha (SHU).
Adapun masa penugasan manajer berlangsung selama dua tahun. Setelah periode tersebut, pengelolaan KDKMP akan dievaluasi untuk menentukan apakah penugasan manajer akan diperpanjang atau koperasi mulai dikelola secara mandiri.
“Untuk dua tahun berikutnya itu apakah kita masih didorong manajer diperpanjang atau justru kita mandiri, itu masih menunggu usahanya,” ujar Nasrul.***


