Wisata Anyer

Oknum Guru SD Negeri Curug Barang Mancak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Menghilang dari Sekolah

 

SERANG – Salah satu orang tua korban pelecehan seksual di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, menyebutkan terduga pelaku pelecehan seksual siswi kelas 6 SD Negeri Curug Barang tidak terlihat lagi di sekolah sejak dirinya dilarang mengajar dan menjadi wali kelas 6 SD oleh Unit PPA Polres Cilegon, pada Jumat (18/8/2023).

“Pak Samani tidak ada di sekolah,” kata AH (43) saat diwawancarai oleh Fakta Banten pada Jumat (25/8/2023).

AH mengatakan, dirinya belum tau persis terkait menghilangnya Samani (58) sang pelaku. Namun berdasarkan keterangan dari warga Desa Winong, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten yang juga tetangga Samani (58), guru SD Negeri Curug Barang itu sudah tak terlihat lagi di rumahnya.

Diduga mereka malu tinggal di rumah tersebut sejak kasus tersebut terungkap ke publik.

“Pa Samani itu aslinya orang mancak juga dari Desa Winong, informasi lebih lanjutnya saya kurang tau. Menurut tetangga dekatnya, rumahnya itu kosong,” jelas AH (43) orang tua dari korban dengan inisial ZS (12).

Lebih lanjut AH mengatakan, mogok sekolah yang dilakukan oleh para murid kelas 6 SD yang menjadi korban pelecehan seksual sudah diberhentikan sejak Samani (58) dilarang mengajar untuk sementara.

“Alhamdulillah anak-anak udah sekolah seperti biasa, sejak hari Senin tanggal 21 Agustus 2023 sampai sekarang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Sabtu (12/8/2023), Samani dilaporkan atas dugaan telah melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya, AQ (11), ZS (11), dan 7 orang lainnya. Serta beberapa korban yang sudah menjadi alumni dari SDN Curug Barang yang masih belum melapor.

Awalnya AQ menceritakan bahwa saat mengerjakan pertanyaan di papan tulis, tiba-tiba sang guru yang datang dari arah belakang memegangi payudara AQ dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang bahu korban agar tidak melawan.

“Untuk organ yang disentuh itu payudara dari yang diusap sampai dipelintir putingnya itu juga menurut pengakuan anak-anak yang jadi korban. Bukan dari luar saja tapi masuk kedalam baju juga,” ungkap AH (43) orang tua dari korban ZS (11) yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Setelah pengakuan dari AQ, para korban lainnya pun ikut melaporkan aksi mesum Samani yang dialami oleh mereka.

Diketahui saat ini Samani sudah tidak mengajar di kelas 6 SD dan sudah bukan menjadi wali kelas 6 SDN Curug Barang. (*/Hery)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien